Untuk Kepentingan Publik, Lis Berani Ajukan Pinjaman Dana
TANJUNGPINANG, RESONANSI.CO- Pembangunan sarana prasarana dan infrastruktur publik, terutama penanganan banjir menjadi salah satu atensi Pemerintah Kota Tanjungpinang pada tahun anggaran 2026.
Penanganan banjir di Tanjungpinang, sudah saatnya dilaksanakan dan diselesaikan secara menyeluruh. Hal tersebut memerlukan pembiayaan cukup besar, karena diperlukan adanya pembebasan lahan untuk membangun kolam- kolam retensi.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang Teguh Susanto, menjawab kritisi sejumlah pihak yang masih mempertanyakan urgensi pinjaman yang dilakukan Pemerintah Kota Tanjungpinang tahun 2026. Meski, pinjaman itu juga telah disetujui DPRD.
“Permasalah banjir tidak lagi bisa dilaksanakan secara parsial. Dan setelah melalui pertimbangan serta perhitungan teknis dinas terkait, diperlukan pembebasan lahan lebih luas untuk membangun kolam-kolam retensi di beberapa titik seperti Sri Katon dan Yudowinangun,” jelas Teguh, Selasa (27/1/2026).
Menjawab adanya opini yang membandingkan kebijakan berbeda antara Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, dengan Bupati Anambas Aneng, Teguh menyatakan perbedaan tersebut juga dipengaruhi oleh perbedaan kondisi karakteristik wilayah, ekonomi, dan sosial masyarakat di kedua daerah.
“Tanjungpinang adalah daerah ibu kota Provinsi Kepri, yang juga merasakan permasalahan yang umumnya terjadi di daerah urban. Bertahun-tahun, permasalahan banjir tidak dapat diselesaikan. Kali ini, walikota berani mengambil kebijakan krusial untuk menjawab permasalahan tersebut,” ungkap Teguh.
Selain itu, Teguh justru menilai pembangunan infrastruktur publik yang tetap dijadikan prioritas oleh H. Lis Darmansyah sebagai suatu kebijakan yang pro publik. Adanya aktivitas pembangunan infrastruktur di daerah, secara tidak langsung akan menghidupkan perekonomian Tanjungpinang.
“Keduanya saling terkait, dan saling memperkuat. Tanjungpinang Berbenah, tentu menuntut adanya peningkatan di berbagai sektor layanan pemerintah dan pubik. Bagaimana ekonomi Tanjungpinang akan tumbuh, jika walikota justru memilih diam, bermain aman tidak melakukan apa-apa. Padahal ada mekanisme pinjaman dana yang juga dibenarkan dan diatur dalam peraturan perundang -undangan,” ucap Teguh.
Disebutkannya, Pemerintah Kota Tanjungpinang tidak hanya mengandalkan APBD dan dana pinjaman untuk melaksanakan program Pembangunan. Menurut Teguh, kunjungan kerja H. Lis Darmansyah ke Jakarta beberapa waktu lalu juga menghasilkan dukungan pembiayaan dari APBN.
“Pinjaman yang kita lakukan bermanfaat dan berdampak langsung pada masyarakat. Kalau hanya mengandalkan pendapatan daerah, penerimaannya bertahap setiap bulan. Sementara banyak sektor publik yang juga mendesak untuk dilaksanakan. Mungkin, menurut pandangan saya, atas dasar itu walikota berani mengajukan pinjaman dana,” kata Teguh. (AL)
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Kemenag Kampar Perkuat K-OMICE, Dorong Kompetensi Guru dan Standarisasi Pembelajaran
- Kampar
- 23 April 2026 15:41 WIB
Di Balik Capaian Pajak 2025, DPRD Kampar Temukan Potensi PAD Belum Tergarap
- Kampar
- 23 April 2026 15:31 WIB
Bapenda Kampar Catat Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah 2025
- Kampar
- 22 April 2026 19:09 WIB
Dikukuhkan Langsung Ketua MPC, Irwanto Siap Besarkan Pemuda Pancasila Rambah Hilir
- Rohul
- 22 April 2026 18:55 WIB
Kakan Kemenag Kampar Tekankan Integritas dan Keadilan Soal
- Kampar
- 22 April 2026 16:15 WIB
Diduga Pohan Cs Mengancam dan Menakuti Anak di Bawah Umur, Dengan Cara Adu Domba, Fitnah Melayu
- Inhu
- 22 April 2026 15:28 WIB
Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Siak
- 22 April 2026 10:50 WIB
BNI dan HPPI Inhil: Menjahit Napas Baru untuk Lapak-Lapak yang Tak Pernah Tidur
- Inhil
- 21 April 2026 13:46 WIB
DPRD Kampar Tuntaskan Pembahasan LKPj 2025, Beri Rekomendasi Strategis untuk Perbaikan Kinerja
- Kampar
- 21 April 2026 06:09 WIB
Waspada! Modus Baru Penipuan Haji Gunakan Link WhatsApp
- Kampar
- 20 April 2026 20:13 WIB
DPRD Kampar Soroti Nasib 68 Guru Bantu, Honor Belum Dibayar 4 Bulan
- Kampar
- 20 April 2026 20:08 WIB
