Religi, Riak Air dan Rasa Rileks: Terapi Ikan di Pelataran Masjid Jami Air Tiris
KAMPAR- Menjelang waktu Zuhur, lantunan kalamullah mengalun lembut di ruang terbuka Masjid Jami Air Tiris. Suara ayat suci itu berpadu dengan desir angin dan riak air kolam, menciptakan suasana teduh yang sulit ditemukan di tengah hiruk-pikuk keseharian.
Masjid Jami Air Tiris merupakan situs cagar budaya yang terletak di Desa Tanjung Berulak, Dusun Pasar Usang, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.
Berjarak sekitar 13 kilometer dari Bangkinang, ibu kota Kabupaten Kampar dan sekitar 52 kilometer dari Kota Pekanbaru, masjid ini kerap menjadi tujuan wisata religi bagi masyarakat lokal maupun pendatang.
Didirikan atas inisiatif ulama kharismatik Engku Mudo Songkal pada tahun 1901 dan diresmikan sekitar 1904, Masjid Jami Air Tiris tercatat sebagai masjid tertua di Kabupaten Kampar. Lebih dari sekadar tempat ibadah, masjid ini menjadi saksi perjalanan sejarah dan budaya Kampar yang masih terawat hingga kini.
Keunikan Masjid Jami Air Tiris tidak hanya terletak pada nilai sejarah dan religiusnya. Di sisi lain kawasan masjid, terdapat dua kolam terapi ikan.
Kolam terapi yang berdiameter 2 meter tersebut, bisa di isi oleh 6 sampai 8 orang yang duduk secara melingkar. Pada kolam terapi juga ditambahkan tenda payung, sehingga menambah keteduhan.
Menariknya, kolam terapi ini dipisahkan antara laki-laki dan perempuan, selaras dengan nilai-nilai religi yang dijunjung di kawasan tersebut.
Salah seorang pengunjung, Fathma, wisatawan lokal yang datang bersama keluarganya, tampak antusias mencoba terapi ikan. Dengan santai ia merendamkan kedua kakinya ke dalam kolam.
Ratusan ikan kecil langsung menghampiri, menggigit lembut permukaan kulit.
“Awalnya geli,” ujar Fathma sambil tersenyum. “Tapi lama-lama terasa rileks. Seperti ada pijatan alami di kaki," tambahnya.
Menurutnya, sensasi gigitan ikan yang awalnya membuat kaget justru berubah menjadi rasa nyaman setelah beberapa menit. Bagi Fathma dan keluarganya, terapi ikan di kawasan Masjid Jami Air Tiris menjadi cara sederhana namun bermakna untuk melepas penat.
Momen ini ia manfaatkan untuk mengisi libur Tahun Baru 2026. Di tengah pilihan destinasi wisata modern, situs religi yang menawarkan ketenangan batin sekaligus terapi alami menjadi alternatif yang menyegarkan.
“Di sini lengkap. Bisa beribadah, mengenal sejarah, sekaligus relaksasi. Cocok untuk keluarga,” katanya.
Masjid Jami Air Tiris seolah menawarkan pengalaman wisata yang utuh: spiritualitas, budaya, dan sentuhan terapi alam. Di bawah naungan sejarah lebih dari satu abad, pengunjung tidak hanya diajak menenangkan pikiran, tetapi juga merasakan kedamaian yang meresap hingga ke relung jiwa, bahkan lewat gigitan-gigitan kecil ikan di kolam sederhana. **
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Kemenag Kampar Perkuat K-OMICE, Dorong Kompetensi Guru dan Standarisasi Pembelajaran
- Kampar
- 23 April 2026 15:41 WIB
Di Balik Capaian Pajak 2025, DPRD Kampar Temukan Potensi PAD Belum Tergarap
- Kampar
- 23 April 2026 15:31 WIB
Bapenda Kampar Catat Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah 2025
- Kampar
- 22 April 2026 19:09 WIB
Dikukuhkan Langsung Ketua MPC, Irwanto Siap Besarkan Pemuda Pancasila Rambah Hilir
- Rohul
- 22 April 2026 18:55 WIB
Kakan Kemenag Kampar Tekankan Integritas dan Keadilan Soal
- Kampar
- 22 April 2026 16:15 WIB
Diduga Pohan Cs Mengancam dan Menakuti Anak di Bawah Umur, Dengan Cara Adu Domba, Fitnah Melayu
- Inhu
- 22 April 2026 15:28 WIB
Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Siak
- 22 April 2026 10:50 WIB
BNI dan HPPI Inhil: Menjahit Napas Baru untuk Lapak-Lapak yang Tak Pernah Tidur
- Inhil
- 21 April 2026 13:46 WIB
DPRD Kampar Tuntaskan Pembahasan LKPj 2025, Beri Rekomendasi Strategis untuk Perbaikan Kinerja
- Kampar
- 21 April 2026 06:09 WIB
Waspada! Modus Baru Penipuan Haji Gunakan Link WhatsApp
- Kampar
- 20 April 2026 20:13 WIB
DPRD Kampar Soroti Nasib 68 Guru Bantu, Honor Belum Dibayar 4 Bulan
- Kampar
- 20 April 2026 20:08 WIB
