Masjid merupakan tempat yang memiliki nilai yang sangat signifikan dalam Islam. Sejarah permulaan perkembangan Islam dimulai dari masjid. Secara etimologi masjid berasal dari ‘masjidu" yang berarti "tempat sujud".
Secara umum, masjid merupakan tempat ibadah bagi umat Islam yang digunakan untuk melaksanakan salat dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya.
Masjid menjadi lokasi utama untuk melaksanakan salat lima waktu secara berjamaah serta sebagai tempat kegiatan sosial dan pendidikan bagi komunitas muslim, seperti mengikuti pengajian, kajian keagamaan, dan berbagai kegiatan sosial lainnya.
Pada awal Islam masjid dijadikan sebagai tempat pertemuan umat. Masjid juga bisa disebut sebagai agen perubahan, sehingga sangat tepat kemudian jika masjid disebut sebagai jantung masyarakat, sebab masjid berkaitan erat dengan kegiatan sehari-hari umat Islam, tidak hanya menjadi simbol semata, namun juga dapat mewujudkan kemajuan peradaban, kemasyarakatan, dan kerohanian umat
Masjid dalam Alquran
Alquran banyak bicara terkait masjid. Salah satunya mengenai imarah masjid, sebagaimana dijelaskan dalam QS. al-Taubah ayat ayat 18: “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, emnunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. at-Taubah (9): 18)
Imarah masjid tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik bangunannya saja, tetapi juga mencakup membangun manajemen masjid agar bisa membangun umat yang beribadah di dalamnya. Membangun manajemennya meliputi membuat perencanaan (planning), mengatur dan menentapkan personal pelaksananya (organizing), melaksanakan apa yang direncanakan (actuating) dan mengawasi pelaksanaannya (controlling).
Kegiatan yang sering menjadi perhatian terkait masjid adalah proses Pendidikan Agama Islam (PAI).
Diantaranya pendidikan Alquran dan berbagai materi keagamaan lainnya. Dalam sejarah perkembangan umat muslim, masjid dinilai memiliki peranan yang begitu penting dalam pendidikan agama Islam.
Pendidikan Agama Islam di Masjid
Apa saja bentuk pendidikan yang dapat dilaksanakan di masjid?.
Pertama, pendidikan spiritual umat. Pendidikan spiritual ini meliputi bimbingan peningkatan keimanan dan kegiatan ibadah bagi masyarakat dengan berbagai variasi kegiatan, seperti pelaksanaan sholat wajib lima waktu berjamaah, shalat sunnat tahajjud, tarawih dan witir, i’tikaf, tadarus Alquran, buka puasa bersama di masjid dan lain sebagainya.
Kedua, pendidikan sosial. Pendidukan sosial umat diawali dengan membangun persaudaraan dan persatuan. Pertama yang dilakukan Rasul setelah sampai di Madinah adalah membangun masjid, setelah itu beliau membangun persaudaraan di kalangan Muhajirin dan Anshar.
Masjid berfungsi sebagai pemersatu umat. Bila ada masjid yang memecah-belah umat maka dinamakan dengan masjid dhirar, sebagaimana disebut dalam QS. al-Taubah: 107: “Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu.
Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).” Musjid juga bisa menjadi tempat memotivasi masyarakat dalampelaksanaan kegiatan-kegiatan sosial, seperti: gotong royong, menyantuni anak yatim, membantu fakir miskin, mengunjungi orang sakit dan lain sebagainya.
Ketiga, pendidikan intelektual. Ketika zaman Nabi SAW dan zaman sesudahnya diawali di masjid. Masjid adalah lembaga pendidikan utama dalam Islam. Karena itu masjid membuat program-program pendidikan jangka panjang dan jangka pendek bagi umat, menggiatkan kajian-kajian ilmiah, majelis-majelis ta’lim dan lain sebagainya.
Ketiga, pembangunan ekonomi. Masjid adalah tempat umat berkumpul, bila ada orang berkumpul maka sudah pasti ada kebutuhan dan jasa; bila demikian maka kegiatan transaksi ekonomi akan terjadi. Oleh karena itu, mari kita kelola masjid supaya mampu menjadi penggerak roda ekonomi umat, dengan mendirikan tempat atau lapak perniagaan, pelayanan dan jasa, di sekitar masjid. *
Penulis: Husnah, S. Ag, Guru SDN 03 Buatan II Kec. Koto Gasib Siak Sri Indrapura.
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

