2 Pelaku Dugaan Pembunuhan Satrio Wardana Jalani Proses Rekontruksi
Pekanbaru – Unit Reskrim Polsek Bukit Raya bersama tim Identifikasi Polresta Pekanbaru hari ini menggelar rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan terhadap remaja 19 tahun, Satrio Wardana Ramadhan, Jumat (28/11).
Dua tersangka, MV dan JI, diminta memperagakan tujuh adegan yang menggambarkan peran mereka saat aksi pengeroyokan terjadi di Gang Al Manar dan Pos Ronda Jalan Tongkol, Kelurahan Tangkerang Barat.
Rekonstruksi turut dihadiri keluarga korban, yang datang bersama kuasa hukumnya untuk menyaksikan langsung jalannya pengungkapan rangkaian kejadian.
Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya, Ipda Muhammad Zamhur, menyatakan rekonstruksi dilakukan untuk memastikan kesesuaian keterangan para tersangka dengan alat bukti yang telah dikumpulkan penyidik.
"Seluruh adegan yang diperagakan, menguatkan peran masing-masing tersangka dalam insiden yang menewaskan korban pada Oktober lalu, " ujarnya.
Sementara itu, satu pelaku lain yang telah ditetapkan sebagai DPO masih dalam pengejaran. Ipda Muhammad Zamhur menegaskan, identitas dan peran pelaku tersebut sudah diketahui.
"Kami akan terus melakukan pengejaran hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diamankan, " tambahnya lagi.
Rekontruksi ini, juga di hadiri oleh kedua orang tua korban, Abdul Hamid dan Nely, di dampingi kuasa hukum korban, Al Fikri. SH.
"Kami berharap, pelaku dapat di adili dengan seadil adilnya. Karena kami yakin dan percaya, pihak kepolisian dapat menuntaskan kasus ini secara terang benderang, " ujar Fikri.
Fikri menambahkan, pihaknya tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian dari Polsek Bukit Raya, akan penanganan kasus ini dapat segera di tuntaskan.
"Terhadap beberapa pelaku lainnya yang saat ini masih Daftar Pencarian Orang, (DPO), kami harapkan dapat segera di tangkap dan di adili, " tegas Fikri lagi.
Kasus ini mengingatkan kita, agar tidak main hakim sendiri, karena dampaknya dapat terjerat kasus hukum. Kasus ini sendiri bermulai pada Oktober lalu, dimana korban Satrio Wardana Ramadhan, di tuding melakukan aksi pencurian tanpa ada barang bukti, dan di pukuli hingga meregang nyawa. (Zur)
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

