Tiga Aksi, Satu Pesan: Pemkab Kampar Wajib Berbenah
Dalam kurun waktu hanya dua hari, Pemerintah Kabupaten Kampar diguncang tiga aksi demonstrasi mahasiswa yang menyasar sektor-sektor strategis pemerintahan.
Mulai dari dunia pendidikan, tata kelola perparkiran, hingga kepemimpinan birokrasi daerah. Rentetan aksi ini bukan sekadar kebetulan, melainkan sinyal kuat adanya persoalan serius yang dirasakan publik, khususnya generasi muda.
Aksi pertama datang dari Serikat Aktivis Mahasiswa Riau (SAMR) yang menyoroti dugaan praktik penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) di lingkungan sekolah. Tuntutan ini menyentuh substansi paling mendasar dalam pelayanan publik, yakni hak atas pendidikan yang bersih dari praktik komersialisasi.
Ketika negara telah menggelontorkan Dana BOS, namun masih muncul dugaan pungutan terselubung, maka yang dipertaruhkan bukan hanya aturan, tetapi juga integritas dunia pendidikan.
Berikutnya, Aliansi Pemuda Mahasiswa Bersatu Riau (APMBR) menggelar aksi di Dinas Perhubungan Kampar. Mereka menyoroti tata kelola parkir yang dinilai tidak transparan dan berpotensi merugikan daerah.
Parkir seharusnya menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), bukan ladang kepentingan oknum. Desakan pencopotan Kepala Dinas Perhubungan mencerminkan kekecewaan terhadap lemahnya pengawasan dan minimnya akuntabilitas.
Puncaknya, Forum Diskusi Mahasiswa Riau (Fordismari) melontarkan kritik paling tajam dengan menuntut pencopotan Penjabat Sekda Kampar. Aksi ini bukan sekadar simbolik, melainkan penilaian keras terhadap gaya kepemimpinan birokrasi yang dinilai tidak komunikatif dan menimbulkan kegaduhan di internal pemerintahan.
Ketika Sekda sebagai motor administrasi pemerintahan justru menjadi sumber polemik, maka wajar jika kepercayaan publik tergerus.
Tiga aksi, tiga isu berbeda, namun satu pesan yang sama: Pemkab Kampar harus segera berbenah. Pemerintah daerah tidak boleh memandang demonstrasi mahasiswa sebagai gangguan, melainkan sebagai alarm demokrasi.
Kritik yang disampaikan di jalan adalah akumulasi kekecewaan yang tidak tersalurkan di ruang-ruang formal.
Sudah saatnya Bupati Kampar dan jajaran melakukan evaluasi menyeluruh, tidak defensif, serta berani mengambil langkah tegas.
Jika tidak, gelombang ketidakpercayaan publik akan terus membesar, dan pemerintahan akan kehilangan legitimasi moralnya. Mahasiswa telah bersuara. Kini, bola ada di tangan Pemkab Kampar. **
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

