Presiden Mahasiswa UPP Jadi Pemateri LDOK Dies Natalis ke-14 HMTS, Dorong Mahasiswa Keluar dari Zona Nyaman
PASIR PENGARAIAN — Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-14 Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) Universitas Pasir Pengaraian (UPP), HMTS menggelar Seminar Latihan Dasar Organisasi dan Kepemimpinan (LDOK) dengan tema “Mewujudkan Mahasiswa Teknik yang Tangguh, Berprestasi, dan Harmoni dalam Asa dan Cinta”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula UPP, Sabtu, 13 Desember 2025.
Presiden Mahasiswa UPP, Dodi Raihan Siregar, hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Raihan terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-14 HMTS UPP dan mengapresiasi konsistensi organisasi mahasiswa Teknik Sipil dalam membina kader-kadernya.
“Selamat Dies Natalis ke-14 HMTS UPP. Teruslah maju dan berkembang serta mencetak generasi penerus yang cerdas dan berdedikasi dalam bidang teknik sipil,” ujarnya.
Dalam penyampaian materi, Raihan menjelaskan bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan untuk memengaruhi dan mengarahkan individu maupun kelompok dalam mencapai tujuan organisasi atau tujuan bersama. Ia juga menegaskan perbedaan antara pemimpin, pimpinan, dan memimpin.
“Pemimpin adalah orang yang memiliki pengaruh, pimpinan adalah orang yang ditunjuk karena jabatan, sedangkan memimpin adalah cara bagaimana seseorang mengarahkan orang lain. Jika ingin menjadi pemimpin, maka pimpinlah dirimu sendiri terlebih dahulu sebelum memimpin orang lain,” tegasnya.
Lebih lanjut, Raihan menekankan bahwa kepemimpinan harus didukung oleh manajemen yang baik. Menurutnya, dalam kegiatan manajemen dibutuhkan sifat kepemimpinan agar mampu menjalankan fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengendalian, hingga evaluasi demi tercapainya tujuan organisasi.
“Sebuah kepemimpinan memerlukan manajemen yang baik agar setiap proses berjalan terarah dan efektif,” jelasnya.
Ia juga mengibaratkan seorang pemimpin seperti pohon kelapa yang tinggi, yang harus siap diterpa angin kencang. Menjadi pemimpin, kata dia, berarti siap menghadapi tantangan, kritik, dan bahkan ketidaksukaan dari sebagian orang.
“Jika ingin menjadi tinggi, maka harus siap seperti pohon kelapa yang ditiup angin kencang. Jika tidak mau diterpa angin, jadilah seperti rumput yang rendah. Menjadi pemimpin harus berani tidak disukai,” ungkapnya.
Selain itu, Raihan turut mendorong mahasiswa agar aktif berorganisasi. Menurutnya, keaktifan dalam organisasi akan menambah wawasan, relasi, serta ilmu yang bermanfaat, sekaligus menjadi proses pendewasaan diri dan sarana keluar dari zona nyaman.
“Setiap tantangan dalam organisasi adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik,” tutupnya.
Melalui kegiatan LDOK ini, HMTS UPP berharap dapat membentuk mahasiswa Teknik Sipil yang tangguh, berprestasi, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kemampuan manajerial yang baik untuk masa depan. **
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Kemenag Kampar Perkuat K-OMICE, Dorong Kompetensi Guru dan Standarisasi Pembelajaran
- Kampar
- 23 April 2026 15:41 WIB
Di Balik Capaian Pajak 2025, DPRD Kampar Temukan Potensi PAD Belum Tergarap
- Kampar
- 23 April 2026 15:31 WIB
Bapenda Kampar Catat Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah 2025
- Kampar
- 22 April 2026 19:09 WIB
Dikukuhkan Langsung Ketua MPC, Irwanto Siap Besarkan Pemuda Pancasila Rambah Hilir
- Rohul
- 22 April 2026 18:55 WIB
Kakan Kemenag Kampar Tekankan Integritas dan Keadilan Soal
- Kampar
- 22 April 2026 16:15 WIB
Diduga Pohan Cs Mengancam dan Menakuti Anak di Bawah Umur, Dengan Cara Adu Domba, Fitnah Melayu
- Inhu
- 22 April 2026 15:28 WIB
Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Siak
- 22 April 2026 10:50 WIB
BNI dan HPPI Inhil: Menjahit Napas Baru untuk Lapak-Lapak yang Tak Pernah Tidur
- Inhil
- 21 April 2026 13:46 WIB
DPRD Kampar Tuntaskan Pembahasan LKPj 2025, Beri Rekomendasi Strategis untuk Perbaikan Kinerja
- Kampar
- 21 April 2026 06:09 WIB
Waspada! Modus Baru Penipuan Haji Gunakan Link WhatsApp
- Kampar
- 20 April 2026 20:13 WIB
DPRD Kampar Soroti Nasib 68 Guru Bantu, Honor Belum Dibayar 4 Bulan
- Kampar
- 20 April 2026 20:08 WIB
