Pemprov Riau Komitmen Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menggelar entry meeting sebagai langkah awal evaluasi program ketahanan pangan tahun 2024–2025. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Gubernur Provinsi Riau, Selasa (22/7/2025), menjadi momentum penting untuk meninjau efektivitas upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ketersediaan, akses, dan distribusi pangan di seluruh wilayah Riau.
Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan BPKP Perwakilan Riau, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta tim teknis yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan program ketahanan pangan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Dalam sambutannya, Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Elly Wardhani, menyampaikan bahwa ketahanan pangan adalah isu strategis lintas sektor yang harus dikelola secara terpadu dan berkelanjutan. Evaluasi yang dilakukan oleh BPKP diharapkan menjadi cermin untuk memperbaiki kelemahan dan memperkuat kebijakan yang telah berjalan.
“Ketahanan pangan bukan hanya persoalan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menyangkut kualitas, aksesibilitas, dan kestabilan harga. Melalui evaluasi ini, kami berharap mendapat rekomendasi yang komprehensif untuk penguatan kebijakan pangan daerah,” ujar Elly.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Riau siap bersinergi dengan BPKP untuk meningkatkan akuntabilitas, efektivitas, dan keberlanjutan program ketahanan pangan—termasuk dalam memperhatikan aspek pemberdayaan petani lokal serta pemerataan distribusi pangan hingga wilayah terpencil.
Lebih lanjut, Elly menekankan pentingnya integrasi lintas OPD dalam pelaksanaan program agar tidak berjalan parsial. Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan sangat bergantung pada kerja sama yang solid dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, perdagangan, hingga infrastruktur dan keuangan daerah.
“Kita harus memastikan bahwa data yang digunakan untuk merancang kebijakan benar-benar akurat dan terintegrasi. Evaluasi BPKP ini akan sangat membantu kami dalam menyusun perencanaan berbasis bukti,” tegasnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan berbasis wilayah mengingat tantangan dan potensi pangan di setiap kabupaten/kota di Riau tidaklah seragam.
“Kabupaten/kota memiliki kondisi geografis, aksesibilitas, dan potensi yang beragam. Karena itu, strategi ketahanan pangan pun harus disesuaikan agar benar-benar tepat guna dan tepat sasaran,” tambah Elly.
Di akhir sambutannya, Elly menyampaikan harapannya agar hasil evaluasi dari BPKP dapat menjadi dasar penyusunan strategi yang lebih adaptif dan responsif terhadap kondisi lapangan.
“Di tengah tantangan iklim, gejolak harga, dan ketergantungan impor, Riau harus mampu membangun sistem pangan lokal yang tangguh. Kami berharap melalui evaluasi ini, kita bisa bersama-sama menyusun strategi yang lebih baik ke depan,” tutupnya. Adv
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Kemenag Kampar Perkuat K-OMICE, Dorong Kompetensi Guru dan Standarisasi Pembelajaran
- Kampar
- 23 April 2026 15:41 WIB
Di Balik Capaian Pajak 2025, DPRD Kampar Temukan Potensi PAD Belum Tergarap
- Kampar
- 23 April 2026 15:31 WIB
Bapenda Kampar Catat Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah 2025
- Kampar
- 22 April 2026 19:09 WIB
Dikukuhkan Langsung Ketua MPC, Irwanto Siap Besarkan Pemuda Pancasila Rambah Hilir
- Rohul
- 22 April 2026 18:55 WIB
Kakan Kemenag Kampar Tekankan Integritas dan Keadilan Soal
- Kampar
- 22 April 2026 16:15 WIB
Diduga Pohan Cs Mengancam dan Menakuti Anak di Bawah Umur, Dengan Cara Adu Domba, Fitnah Melayu
- Inhu
- 22 April 2026 15:28 WIB
Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Siak
- 22 April 2026 10:50 WIB
BNI dan HPPI Inhil: Menjahit Napas Baru untuk Lapak-Lapak yang Tak Pernah Tidur
- Inhil
- 21 April 2026 13:46 WIB
DPRD Kampar Tuntaskan Pembahasan LKPj 2025, Beri Rekomendasi Strategis untuk Perbaikan Kinerja
- Kampar
- 21 April 2026 06:09 WIB
Waspada! Modus Baru Penipuan Haji Gunakan Link WhatsApp
- Kampar
- 20 April 2026 20:13 WIB
DPRD Kampar Soroti Nasib 68 Guru Bantu, Honor Belum Dibayar 4 Bulan
- Kampar
- 20 April 2026 20:08 WIB
