Pansus II DPRD Kampar Soroti LKPJ 2025, Rinaldo: Efisiensi Harus Tetap Pro Rakyat
KAMPAR – Rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Kampar dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 berlangsung dengan sejumlah catatan kritis.
Anggota Pansus II DPRD Kampar Rinaldo Saputra, menegaskan bahwa evaluasi ini menjadi momentum penting untuk memastikan kebijakan pemerintah daerah benar-benar berdampak pada masyarakat.
Berdasarkan dokumen LKPJ 2025, tercatat adanya penurunan belanja operasi sebesar 3,76 persen. Menurut Rinaldo, penurunan tersebut dapat dimaknai sebagai indikasi efisiensi anggaran. Namun demikian, ia mengingatkan agar efisiensi tersebut tidak berdampak pada kualitas pelayanan dasar di lapangan.
“Efisiensi jangan sampai mengorbankan kepentingan masyarakat kecil, terutama di sektor kesehatan dan pendidikan,” ujarnya, Kamis (16/04/2026).
Ia juga menyoroti masih adanya laporan warga yang membutuhkan bantuan sosial namun belum terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). DPRD pun menekankan pentingnya validasi data desil agar lebih akurat dan tepat sasaran.
Selain itu, Pansus II DPRD juga menyoroti rendahnya realisasi Pendapatan Transfer Antar Daerah yang baru mencapai 74,44 persen. Angka tersebut dinilai cukup rendah dan memerlukan penjelasan rinci dari pemerintah daerah.
“Apakah ada kendala administrasi atau persoalan sinkronisasi data dengan pemerintah provinsi? Ini harus dijelaskan secara terbuka,” tegas Rinaldo.
DPRD ingin memastikan bahwa tidak ada program masyarakat yang terhambat akibat persoalan koordinasi dalam transfer anggaran.
Dalam sektor ekonomi, DPRD menilai Kabupaten Kampar memiliki potensi besar, khususnya di bidang perikanan dan perkebunan. Oleh karena itu, pemerintah daerah didorong tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada hilirisasi.
“Petani dan pembudidaya ikan harus mendapatkan nilai tambah dari produk mereka. Ini penting untuk mewujudkan kemandirian ekonomi daerah sebagaimana tertuang dalam RPD 2023–2026,” tambahnya.
Meski demikian, DPRD tetap memberikan apresiasi atas capaian pelayanan publik yang telah mencapai kategori “memuaskan” (AA). Namun, berbagai catatan kritis terkait realisasi fisik dan keuangan diharapkan segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
Rinaldo menegaskan bahwa pembahasan melalui Pansus LKPJ dilakukan secara mendalam guna memastikan setiap angka yang disajikan pemerintah benar-benar selaras dengan kondisi di lapangan.
“LKPJ ini adalah instrumen evaluasi. Semua ini kita lakukan demi mewujudkan visi Kampar Maju 2030 yang berdaya saing dan sejahtera,” tutupnya.
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Kemenag Kampar Perkuat K-OMICE, Dorong Kompetensi Guru dan Standarisasi Pembelajaran
- Kampar
- 23 April 2026 15:41 WIB
Di Balik Capaian Pajak 2025, DPRD Kampar Temukan Potensi PAD Belum Tergarap
- Kampar
- 23 April 2026 15:31 WIB
Bapenda Kampar Catat Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah 2025
- Kampar
- 22 April 2026 19:09 WIB
Dikukuhkan Langsung Ketua MPC, Irwanto Siap Besarkan Pemuda Pancasila Rambah Hilir
- Rohul
- 22 April 2026 18:55 WIB
Kakan Kemenag Kampar Tekankan Integritas dan Keadilan Soal
- Kampar
- 22 April 2026 16:15 WIB
Diduga Pohan Cs Mengancam dan Menakuti Anak di Bawah Umur, Dengan Cara Adu Domba, Fitnah Melayu
- Inhu
- 22 April 2026 15:28 WIB
Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Siak
- 22 April 2026 10:50 WIB
BNI dan HPPI Inhil: Menjahit Napas Baru untuk Lapak-Lapak yang Tak Pernah Tidur
- Inhil
- 21 April 2026 13:46 WIB
DPRD Kampar Tuntaskan Pembahasan LKPj 2025, Beri Rekomendasi Strategis untuk Perbaikan Kinerja
- Kampar
- 21 April 2026 06:09 WIB
Waspada! Modus Baru Penipuan Haji Gunakan Link WhatsApp
- Kampar
- 20 April 2026 20:13 WIB
DPRD Kampar Soroti Nasib 68 Guru Bantu, Honor Belum Dibayar 4 Bulan
- Kampar
- 20 April 2026 20:08 WIB
