Pansus DPRD Riau Genjot Pendapatan Daerah, Abdullah Desak Pemprov Segera Bentuk Tim Optimalisasi
PEKANBARU – Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Riau terus bergerak menggali potensi pendapatan dari berbagai sektor. Namun, Pansus menilai upaya ini belum maksimal tanpa dukungan tim khusus dari Pemerintah Provinsi Riau.
Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Riau hingga kini masih bekerja secara mandiri dalam mengidentifikasi dan mendalami sumber-sumber pendapatan, mulai dari sektor pajak hingga retribusi daerah.
Ketua Pansus, Abdullah, berharap Pemerintah Provinsi Riau segera merealisasikan pembentukan tim optimalisasi pendapatan daerah sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Plt Gubernur Riau.
“Kami di Pansus sejak Januari, Februari, hingga sekarang Maret terus bergerak mendalami seluruh potensi pendapatan daerah. Tapi tentu ini akan lebih maksimal jika Pemprov juga membentuk tim yang bisa bekerja bersama kami,” ujar Abdullah, Senin (2/3/2026).
Ia menjelaskan, sejauh ini Pansus telah melakukan pendalaman terhadap sejumlah sektor strategis, seperti pajak air permukaan, bahan bakar, serta pajak kendaraan bermotor.
Abdullah menegaskan pentingnya sinergi antara Pansus DPRD dan tim dari Pemprov Riau agar upaya optimalisasi pendapatan bisa dilakukan secara lebih terarah dan terukur.
“Kami ingin ada kerja bersama, head-to-head, supaya target pendapatan daerah bisa dibedah lebih detail dan jelas arah capaiannya,” tegasnya.
Menurutnya, langkah ini penting mengingat target peningkatan pendapatan daerah harus mulai menunjukkan progres pada tahun 2026 sebagai dasar penyusunan APBD 2027.
“Tahun 2027 harus sudah terlihat hasilnya. Artinya, di 2026 ini progresnya harus jelas. Sampai sekarang kita belum melihat itu secara konkret, makanya kami mendorong tim dari Pemprov segera aktif,” tambahnya.
Sekretaris Fraksi PKS itu juga menekankan bahwa hasil optimalisasi pendapatan daerah idealnya sudah mulai tampak saat pembahasan APBD 2027 pada Oktober atau November 2026 mendatang.
“Di akhir tahun nanti, angka-angka peningkatan pendapatan itu seharusnya sudah terlihat. Karena itu, fondasinya harus dibangun dari sekarang melalui kolaborasi yang kuat antara DPRD dan Pemprov,” pungkas Abdullah. Adv
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Kemenag Kampar Perkuat K-OMICE, Dorong Kompetensi Guru dan Standarisasi Pembelajaran
- Kampar
- 23 April 2026 15:41 WIB
Di Balik Capaian Pajak 2025, DPRD Kampar Temukan Potensi PAD Belum Tergarap
- Kampar
- 23 April 2026 15:31 WIB
Bapenda Kampar Catat Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah 2025
- Kampar
- 22 April 2026 19:09 WIB
Dikukuhkan Langsung Ketua MPC, Irwanto Siap Besarkan Pemuda Pancasila Rambah Hilir
- Rohul
- 22 April 2026 18:55 WIB
Kakan Kemenag Kampar Tekankan Integritas dan Keadilan Soal
- Kampar
- 22 April 2026 16:15 WIB
Diduga Pohan Cs Mengancam dan Menakuti Anak di Bawah Umur, Dengan Cara Adu Domba, Fitnah Melayu
- Inhu
- 22 April 2026 15:28 WIB
Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Siak
- 22 April 2026 10:50 WIB
BNI dan HPPI Inhil: Menjahit Napas Baru untuk Lapak-Lapak yang Tak Pernah Tidur
- Inhil
- 21 April 2026 13:46 WIB
DPRD Kampar Tuntaskan Pembahasan LKPj 2025, Beri Rekomendasi Strategis untuk Perbaikan Kinerja
- Kampar
- 21 April 2026 06:09 WIB
Waspada! Modus Baru Penipuan Haji Gunakan Link WhatsApp
- Kampar
- 20 April 2026 20:13 WIB
DPRD Kampar Soroti Nasib 68 Guru Bantu, Honor Belum Dibayar 4 Bulan
- Kampar
- 20 April 2026 20:08 WIB
