Memuncak, Warga Sungai Jalau Kepung Lokasi Tambang PT KKU: Lingkungan Rusak, Sawah Terancam
Kampar Utara – Ketegangan antara masyarakat dan pihak perusahaan tambang kembali terjadi di Desa Sungai Jalau, Kecamatan Kampar Utara. Ratusan warga turun langsung ke lokasi galian C milik PT Kuari Kampar Utara (KKU) dan mengepung portal masuk perusahaan, Jumat (10/4/2026).
Aksi ini merupakan luapan kekecewaan warga yang merasa dampak aktivitas pertambangan kian meluas dan belum mendapat penyelesaian yang jelas. Dengan membawa spanduk dan melakukan orasi, masyarakat menuntut penghentian sementara operasional tambang hingga tuntutan mereka dipenuhi.
Koordinator aksi, Muhammad Sar’i, menyampaikan bahwa warga tidak lagi bisa menoleransi dampak yang ditimbulkan. Menurutnya, aktivitas tambang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam sumber penghidupan masyarakat.
“Lahan pertanian kami terdampak, air semakin sulit, dan janji-janji perusahaan tidak pernah ditepati. Kami minta aktivitas ini dihentikan sampai ada kejelasan,” ujarnya di hadapan massa.
Warga menilai aktivitas pertambangan diduga melanggar ketentuan yang berlaku, termasuk perluasan area kerja hingga mendekati lahan pertanian serta kedalaman galian yang dinilai tidak wajar. Selain itu, komitmen reklamasi dan pembangunan fasilitas umum yang sebelumnya dijanjikan perusahaan disebut belum terealisasi.
Dampak paling dirasakan masyarakat terjadi pada sektor pertanian. Sejumlah petani mengaku sawah mereka mengalami kekeringan hingga gagal panen. Tak hanya itu, puluhan sumur warga juga dilaporkan mengering, memaksa masyarakat mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Selain persoalan lingkungan, warga juga menyoroti minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam operasional perusahaan. Kondisi ini dinilai memicu kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
Dalam orasi yang disampaikan, warga juga menyinggung dugaan sikap tidak kooperatif dari pihak perusahaan, bahkan ada yang mengaku mendapat tekanan saat menyampaikan penolakan terhadap aktivitas tambang.
Tak hanya itu, transparansi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) turut dipertanyakan. Warga menilai realisasi program CSR tidak sebanding dengan dampak yang mereka rasakan selama ini.
Masyarakat juga menyoroti dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dinilai tidak pernah disosialisasikan secara terbuka kepada warga terdampak.
Aksi berjalan dengan pengawalan aparat keamanan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tokoh masyarakat setempat mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera turun tangan agar persoalan ini tidak berlarut dan berpotensi menimbulkan konflik yang lebih besar.
Hingga saat ini, pihak PT KKU belum memberikan keterangan resmi terkait aksi dan tuntutan yang disampaikan masyarakat. RZ
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

