Fraksi PPP Desak Solusi Nyata untuk Insentif Guru PDTA dan Krisis Obat RSUD
BANGKINANG – Fraksi PPP DPRD Kabupaten Kampar melalui juru bicara Habiburrahman menyampaikan tanggapan atas jawaban pemerintah daerah terhadap pandangan umum fraksi dalam rapat paripurna LKPj Bupati Kampar Tahun 2025, Senin (13/4/2026).
Dalam penyampaiannya, Habiburrahman menegaskan dua isu utama yang kembali disoroti, yakni persoalan insentif guru PDTA dan tunda bayar pengadaan obat di rumah sakit daerah.
Terkait insentif PDTA, Fraksi PPP mengapresiasi bahwa anggaran telah dialokasikan sejak awal, termasuk pada masa kepemimpinan Bupati sebelumnya. Namun demikian, pelaksanaannya dinilai masih menghadapi kendala, terutama pada persoalan data penerima.
“Setiap tahun persoalannya selalu berulang, yakni keterlambatan data. Tahun ini terlambat data, tahun depan juga sama. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar bisa diselesaikan secara cepat dan bijaksana,” ujar Habiburrahman.
Ia menekankan bahwa persoalan data seharusnya tidak terus menjadi alasan berlarut-larut, mengingat insentif tersebut menyangkut kesejahteraan para guru PDTA di Kabupaten Kampar.
Menanggapi penjelasan pemerintah daerah yang menyebut adanya data ganda, Fraksi PPP berpandangan bahwa data dari Kementerian Agama seharusnya menjadi rujukan utama.
“Kalau data itu berasal dari Kementerian Agama, maka kita percaya saja. Tidak perlu diverifikasi lagi oleh dinas lain yang justru berpotensi menimbulkan ketidaksinkronan,” tegasnya.
Selain itu, Fraksi PPP juga menyoroti persoalan tunda bayar obat di RSUD yang dinilai berpotensi mengganggu pelayanan dasar kepada masyarakat.
“Masalah tunda bayar obat ini sangat krusial karena berdampak langsung pada pelayanan pasien. Jika tidak segera diselesaikan, akan berimbas pada kelanjutan pengadaan obat di rumah sakit,” katanya.
Habiburrahman menyayangkan bahwa dalam jawaban pemerintah daerah, persoalan tunda bayar obat tersebut belum mendapatkan penjelasan yang memadai dari kepala daerah.
Untuk itu, Fraksi PPP memastikan akan mendalami persoalan tersebut dalam pembahasan lanjutan LKPj bersama pihak terkait.
“Insya Allah dalam pembahasan berikutnya akan kita dalami lebih lanjut agar ada solusi konkret,” tutupnya. RZ
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

