Dugaan Penganiayaan di PT Tasma Puja Disorot, Muncul Bantahan dari Mantan Security dan Warga
KAMPAR – Dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap seorang warga bernama Anasrul yang disebut melibatkan oknum security dan centeng di lingkungan PT Tasma Puja tengah menjadi sorotan publik.
Informasi yang beredar menyebutkan, korban diduga mengalami tindakan kekerasan setelah dituduh melakukan pencurian buah kelapa sawit. Pihak keluarga korban pun mengaku tidak terima atas insiden tersebut dan telah melaporkannya ke aparat penegak hukum untuk diproses lebih lanjut.
Namun di tengah mencuatnya dugaan tersebut, bantahan datang dari sejumlah pihak, termasuk mantan petugas keamanan PT Tasma Puja yang telah pensiun, Kasun. Ia menilai tuduhan penganiayaan tidak sesuai dengan kondisi yang ia ketahui selama bertugas.
“Saya menolak adanya tuduhan penganiayaan dan pengeroyokan itu. Sepengetahuan saya, selama bekerja, SOP di PT Tasma Puja tidak pernah membenarkan tindakan seperti itu,” ujar Kasun kepada Resonansi.co, Rabu (16/4/2026).
Ia menegaskan bahwa sistem pengamanan di perusahaan selama ini berjalan sesuai prosedur, dengan mengedepankan pendekatan persuasif dibandingkan tindakan kekerasan.
Hal senada juga disampaikan oleh seorang warga Kecamatan Kampa berusia sekitar 40 tahun yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku pernah beberapa kali berada di area kebun kelapa sawit milik perusahaan.
“Saya sering mencari brondolan di kebun sawit PT Tasma Puja. Pernah satu kali saya ambil dua tandan, lalu bertemu security. Mereka hanya memanggil dan memberi peringatan,” ungkapnya.
Menurutnya, petugas keamanan saat itu hanya memberikan teguran tanpa tindakan fisik.
“Security hanya mengingatkan agar tidak mengambil buah di TPH. Kalau ke depan tertangkap lagi, baru akan diserahkan ke pihak berwajib,” jelasnya.
Ia juga menyebut, sepanjang pengetahuannya, tidak pernah ada tindakan pemukulan yang dilakukan oleh security maupun centeng tanpa alasan.
“Sepengetahuan saya, tidak pernah ada pemukulan tanpa sebab, kecuali mungkin jika ada perlawanan,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Tasma Puja maupun aparat kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan peristiwa tersebut. RZ
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Kemenag Kampar Perkuat K-OMICE, Dorong Kompetensi Guru dan Standarisasi Pembelajaran
- Kampar
- 23 April 2026 15:41 WIB
Di Balik Capaian Pajak 2025, DPRD Kampar Temukan Potensi PAD Belum Tergarap
- Kampar
- 23 April 2026 15:31 WIB
Bapenda Kampar Catat Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah 2025
- Kampar
- 22 April 2026 19:09 WIB
Dikukuhkan Langsung Ketua MPC, Irwanto Siap Besarkan Pemuda Pancasila Rambah Hilir
- Rohul
- 22 April 2026 18:55 WIB
Kakan Kemenag Kampar Tekankan Integritas dan Keadilan Soal
- Kampar
- 22 April 2026 16:15 WIB
Diduga Pohan Cs Mengancam dan Menakuti Anak di Bawah Umur, Dengan Cara Adu Domba, Fitnah Melayu
- Inhu
- 22 April 2026 15:28 WIB
Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Siak
- 22 April 2026 10:50 WIB
BNI dan HPPI Inhil: Menjahit Napas Baru untuk Lapak-Lapak yang Tak Pernah Tidur
- Inhil
- 21 April 2026 13:46 WIB
DPRD Kampar Tuntaskan Pembahasan LKPj 2025, Beri Rekomendasi Strategis untuk Perbaikan Kinerja
- Kampar
- 21 April 2026 06:09 WIB
Waspada! Modus Baru Penipuan Haji Gunakan Link WhatsApp
- Kampar
- 20 April 2026 20:13 WIB
DPRD Kampar Soroti Nasib 68 Guru Bantu, Honor Belum Dibayar 4 Bulan
- Kampar
- 20 April 2026 20:08 WIB
