BPK Periksa Dokumen Pengadaan Mobil Dinas Bupati Kampar, Ini Penjelasan Kabag Umum Setda
BANGKINANG – Tim dari Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK) Perwakilan Riau melakukan pemeriksaan terhadap Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kampar. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan dokumen penganggaran pengadaan mobil dinas Bupati Kampar pada Tahun Anggaran 2025.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber yang mengetahui proses tersebut, pemeriksaan difokuskan pada dokumen perencanaan dan penganggaran kendaraan dinas kepala daerah.
Sumber tersebut menyebutkan bahwa dalam perencanaan awal, kendaraan dinas yang diusulkan adalah tipe Toyota Land Cruiser dengan pagu anggaran sekitar Rp2,7 miliar. Namun dalam perkembangannya, spesifikasi kendaraan disebut berubah menjadi Toyota Vellfire dengan pagu anggaran sekitar Rp1,6 miliar.
“Dalam dokumen Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA), terdapat perubahan pada kolom unit volume yang semula tertulis 1 unit menjadi 0,6 unit,” ujar sumber tersebut kepada awak media, Rabu (11/3/2026).
Perubahan spesifikasi dan volume dalam dokumen penganggaran tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan terkait mekanisme perencanaan serta penganggaran pengadaan kendaraan dinas dimaksud.
Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kampar Yogi Riyadh Yudistira memberikan klarifikasi terkait informasi pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang sempat menjadi perbincangan.
Ia menegaskan bahwa pemeriksaan yang dilakukan BPK merupakan kegiatan rutin, khususnya terhadap pengadaan barang modal yang memang harus melalui proses pengecekan fisik.
“Yang diperiksa itu bukan saya saja. Itu pemeriksaan rutin. Kalau pengadaan barang modal memang harus dicek fisiknya,” ujarnya saat dikonfirmasi Rabu (11/3).
Menurut Yogi, proses pengecekan fisik terhadap barang yang dimaksud sebenarnya telah dilakukan sekitar tiga minggu lalu dan tidak ditemukan adanya permasalahan.
“Cek fisiknya sudah dilakukan beberapa minggu lalu dan tidak ada masalah. Barangnya ada dan sudah ditunjukkan kepada tim pemeriksa,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya baru mengetahui adanya informasi yang beredar terkait pemeriksaan tersebut sehingga merasa perlu memberikan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Kami juga baru dapat informasi ada kabar yang beredar. Makanya kami luruskan supaya jelas dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru,” katanya.
Yogi menambahkan bahwa pihaknya selalu kooperatif dalam setiap proses pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK sebagai bagian dari mekanisme pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah.
“Pada prinsipnya kami mengikuti saja proses pemeriksaan yang dilakukan. Ini bagian dari prosedur biasa dalam pengelolaan anggaran,” tutupnya. HP
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Kemenag Kampar Perkuat K-OMICE, Dorong Kompetensi Guru dan Standarisasi Pembelajaran
- Kampar
- 23 April 2026 15:41 WIB
Di Balik Capaian Pajak 2025, DPRD Kampar Temukan Potensi PAD Belum Tergarap
- Kampar
- 23 April 2026 15:31 WIB
Bapenda Kampar Catat Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah 2025
- Kampar
- 22 April 2026 19:09 WIB
Dikukuhkan Langsung Ketua MPC, Irwanto Siap Besarkan Pemuda Pancasila Rambah Hilir
- Rohul
- 22 April 2026 18:55 WIB
Kakan Kemenag Kampar Tekankan Integritas dan Keadilan Soal
- Kampar
- 22 April 2026 16:15 WIB
Diduga Pohan Cs Mengancam dan Menakuti Anak di Bawah Umur, Dengan Cara Adu Domba, Fitnah Melayu
- Inhu
- 22 April 2026 15:28 WIB
Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Siak
- 22 April 2026 10:50 WIB
BNI dan HPPI Inhil: Menjahit Napas Baru untuk Lapak-Lapak yang Tak Pernah Tidur
- Inhil
- 21 April 2026 13:46 WIB
DPRD Kampar Tuntaskan Pembahasan LKPj 2025, Beri Rekomendasi Strategis untuk Perbaikan Kinerja
- Kampar
- 21 April 2026 06:09 WIB
Waspada! Modus Baru Penipuan Haji Gunakan Link WhatsApp
- Kampar
- 20 April 2026 20:13 WIB
DPRD Kampar Soroti Nasib 68 Guru Bantu, Honor Belum Dibayar 4 Bulan
- Kampar
- 20 April 2026 20:08 WIB
