Tata Kelola Ketenagakerjaan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa tata kelola keuangan negara di sektor publik perlu bergerak melampaui pendekatan administratif yang selama ini berorientasi pada pemenuhan laporan pertanggungjawaban. Menurutnya, akuntabilitas harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan nasional.
Hal tersebut disampaikan Yassierli saat menjadi pembicara dalam Public Sector Governance Summit (PSGS) yang diselenggarakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Dalam forum tersebut, Yassierli menekankan pentingnya perubahan paradigma tata kelola sektor publik, dari sekadar berorientasi pada kepatuhan administrasi menuju penciptaan nilai dan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengapresiasi kontribusi para akuntan yang selama ini berperan mengawal tata kelola keuangan, baik di sektor publik maupun swasta. Menurutnya, peran tersebut semakin strategis di tengah tuntutan penerapan sistem keuangan yang tidak hanya akuntabel, tetapi juga berkelanjutan.
Karena itu, Yassierli mendorong Ikatan Akuntan Indonesia untuk terus memperkuat integrasi prinsip keberlanjutan dalam kebijakan dan praktik pengelolaan keuangan negara. Langkah tersebut dinilai relevan dengan sektor ketenagakerjaan yang memiliki cakupan luas dan berkaitan langsung dengan berbagai aspek pembangunan nasional.
"Kami di Kemnaker mengelola angkatan kerja yang sangat besar, mencapai 155 juta orang. Dengan tanggung jawab sebagai 'HRD negara', kami berkomitmen menjadikan internal kementerian sebagai contoh konkret penerapan kerangka kerja Environmental, Social, and Governance (ESG)," ujar Yassierli.
Menurutnya, komitmen tersebut sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan arahan Presiden yang menempatkan peningkatan produktivitas serta perluasan kesempatan kerja sebagai agenda prioritas nasional.
Salah satu upaya yang terus diperkuat adalah pengembangan program vokasi dan magang sebagai instrumen penting dalam mendukung transisi lulusan pendidikan menuju dunia kerja atau school-to-work transition.
Meski demikian, Yassierli mengakui Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar di bidang ketenagakerjaan. Tingkat pengangguran saat ini tercatat sebesar 7,24 persen. Selain itu, dominasi pekerja sektor informal masih tinggi, sementara kualitas pendidikan angkatan kerja juga perlu ditingkatkan.
Data menunjukkan sekitar 86 persen angkatan kerja Indonesia berpendidikan maksimal SMA atau SMK. Di sisi lain, produktivitas tenaga kerja Indonesia masih tertinggal sekitar 20 persen dibandingkan rata-rata negara di kawasan ASEAN.
Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, Kemnaker mulai menerapkan Sustainability Report yang mengacu pada standar Global Reporting Initiative (GRI). Implementasinya berfokus pada tiga pilar utama, yakni lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Pada aspek lingkungan, berbagai program diarahkan pada efisiensi energi, pengurangan penggunaan plastik, serta pemanfaatan teknologi smart building. Sementara pada aspek sosial, Kemnaker mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.
Adapun pada aspek tata kelola, pembenahan dilakukan melalui penguatan integritas internal, pengembangan organisasi yang berpusat pada manusia (people-centric organization), peningkatan kualitas birokrasi, hingga percepatan digitalisasi data ketenagakerjaan.
Untuk mendukung kebijakan berbasis data (evidence-based policy), Kemnaker juga bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam melakukan analisis Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) setiap tiga bulan. Hasil kajian tersebut akan digunakan sebagai dasar penyusunan white paper dan rekomendasi strategis dalam menjawab berbagai persoalan ketenagakerjaan.
Sementara itu, Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Budi Prijono menegaskan bahwa audit sektor publik saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai instrumen pengawasan, tetapi juga harus mampu mendorong perbaikan tata kelola dan menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan keuangan negara merupakan instrumen strategis dalam mewujudkan tujuan negara sebagaimana diamanatkan konstitusi. Oleh sebab itu, tata kelola yang transparan, akuntabel, efektif, dan berkelanjutan menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.
"Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki, tetapi juga kemampuan mengelola sumber daya tersebut secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel," ujar Budi. Rilis
Editor : Nurdin Tambunan
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

