Meracik Asa, Membuka Peluang: Srikandi PLN UIP3B Sumatera Berdayakan Perempuan Disabilitas Jadi Barista Profesional
Medan– Secangkir kopi kini menjadi simbol harapan baru bagi sembilan peserta pelatihan barista di Kota Medan. Melalui Program Srikandi Women Support Women, PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera berkolaborasi dengan Baitul Maal Muamalat (BMM) menghadirkan pelatihan barista bagi perempuan dan penyandang disabilitas sebagai upaya membuka akses keterampilan, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperluas peluang kerja yang inklusif.
Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 8, yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui peningkatan kompetensi dan perluasan kesempatan kerja bagi kelompok masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses terhadap dunia kerja.
Bertempat di Kafe Kopi Ketua, Jalan Serdang, Kota Medan, pelatihan yang dimulai pada Rabu (30/9) tersebut diikuti sembilan peserta, terdiri atas lima penyandang disabilitas dan empat peserta nondisabilitas, yang mayoritas merupakan perempuan. Selama empat hari, para peserta dibekali keterampilan meracik kopi, pengenalan dunia kerja, hingga fasilitasi sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
General Manager PLN UIP3B Sumatera, Elvanto Yanuar Ikhsan, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata semangat Srikandi PLN dalam menciptakan ruang pemberdayaan yang setara bagi perempuan, termasuk mereka yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap kesempatan kerja.
“Filosofi Women Support Women bukan sekadar slogan, melainkan semangat untuk saling menguatkan dan membuka kesempatan bagi setiap perempuan agar mampu berkembang dan lebih produktif. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan peluang yang setara, mengurangi kesenjangan, serta mendukung setiap perempuan untuk menjadi versi terbaik dari dirinya,” ujar Elvanto.
Menurutnya, pemberdayaan yang berkelanjutan tidak cukup hanya melalui pemberian pelatihan. Lebih dari itu, program harus mampu menghasilkan manfaat nyata yang dapat diukur, terutama dalam meningkatkan kompetensi, membuka akses pekerjaan, dan mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat.
“Keberhasilan program bukan hanya dilihat dari terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari sejauh mana keterampilan yang diperoleh dapat memberikan perubahan nyata bagi kehidupan penerima manfaat. Karena itu, keberlanjutan dan pengukuran dampak menjadi perhatian penting bagi PLN,” tambahnya.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIP3B Sumatera, Yenti Elfina, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi salah satu implementasi Program Srikandi Women Support Women dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui peningkatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap lahir barista-barista yang kompeten dan mampu bersaing di dunia kerja. Keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk terus bergerak, berkarya, dan mandiri. Inilah semangat Srikandi PLN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta memberikan kesempatan yang lebih luas bagi perempuan,” ungkap Yenti.
Pelatihan tersebut menghadirkan Syaril dari Rain Maker, seorang barista profesional asal Kota Medan, sebagai instruktur. Para peserta tidak hanya mempelajari teknik meracik dan menyajikan kopi, tetapi juga dipersiapkan untuk mengikuti program magang di sejumlah kafe di Kota Medan sebagai langkah awal memasuki dunia kerja.
Ketua BMM, Budi Syahputra, menjelaskan bahwa berkembangnya budaya minum kopi di Kota Medan menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan kesempatan kerja baru, termasuk bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan akses keterampilan.
“Kota Medan dikenal dengan budaya kopinya yang kuat. Kami melihat hal ini sebagai peluang untuk membekali sembilan peserta dengan keterampilan barista yang sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui dukungan PLN UIP3B Sumatera, para peserta mendapatkan pelatihan selama empat hari serta fasilitasi sertifikasi kompetensi dari BNSP agar memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja,” jelas Budi.
Di balik proses belajar meracik kopi, tersimpan harapan besar dari para peserta untuk membangun masa depan yang lebih mandiri. Salah satunya Sukma, peserta penyandang disabilitas yang mengaku semakin percaya diri untuk mengembangkan kemampuan dan menjajaki peluang kerja di industri kopi.
“Program ini membuka kesempatan bagi kami untuk berkarya dan menghasilkan racikan kopi yang lebih beragam. Dengan keterampilan dan sertifikasi yang diperoleh, kami berharap bisa lebih percaya diri untuk memasuki dunia kerja,” tutur Sukma.
Melalui kolaborasi ini, PLN UIP3B Sumatera menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan. Tidak hanya membekali penerima manfaat dengan keterampilan, PLN juga mendorong adanya pendampingan dan pemantauan hasil program agar manfaat yang dihasilkan dapat terus berkembang.
Sejalan dengan SDGs Tujuan 8, program ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam memperluas akses pekerjaan yang layak, meningkatkan produktivitas, serta mendorong kemandirian ekonomi perempuan dan penyandang disabilitas. Dengan demikian, pemberdayaan yang dilakukan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Sebab, di balik setiap cangkir kopi yang diracik, ada keberanian untuk belajar, kesempatan untuk tumbuh, dan harapan untuk meraih kemandirian. Melalui semangat Women Support Women, Srikandi PLN hadir untuk memastikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang bagi perempuan untuk berkarya dan menentukan masa depannya. Adv
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

