Nurmansyah: Pemerintah Kecamatan Terus Kawal Tuntutan Warga hingga Tuntas
KAMPAR — Camat Tapung Hilir, Nurmansyah, menegaskan komitmen pemerintah kecamatan untuk terus mengawal penyelesaian persoalan dampak lingkungan akibat aktivitas perusahaan yang merugikan masyarakat di sepanjang aliran Sungai Tapung.
Menurutnya, pemerintah kecamatan tidak tinggal diam dan telah mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan surat keputusan (SK) yang meminta perusahaan menghentikan sementara operasional serta melakukan pemulihan lingkungan. Namun, ia mengakui implementasi di lapangan masih belum berjalan maksimal.
“Kita sudah keluarkan SK sebagai bentuk ketegasan pemerintah. Tapi yang kita lihat, pelaksanaan di lapangan memang belum optimal, terutama dalam upaya pemulihan biota sungai,” ujar Nurmansyah, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah kecamatan juga aktif memfasilitasi dialog antara perusahaan dan masyarakat terdampak. Sejumlah pertemuan telah digelar bersama perwakilan desa, namun hingga kini belum tercapai kesepakatan terkait besaran kompensasi.
“Beberapa desa sudah kita panggil dan duduk bersama, tapi belum ada titik temu. Kemungkinan nilai kompensasi yang ditawarkan perusahaan masih belum memenuhi harapan masyarakat,” jelasnya.
Adapun desa-desa yang terdampak meliputi Sekijang, Kota Aman, Koto Aman, Kota Garo, hingga desa-desa di sepanjang aliran Sungai Tapung seperti Tembilahan, Karya Maju, dan Karya Jaya. Mayoritas warga yang terdampak menggantungkan hidup sebagai nelayan tangkap dan petani keramba.
Berdasarkan pendataan sementara, total kerugian masyarakat diperkirakan mendekati Rp2 miliar. Nilai tersebut mencakup hilangnya hasil tangkapan ikan serta kerusakan usaha keramba milik warga.
“Kita sudah sampaikan angka estimasi kerugian itu ke pihak perusahaan sebagai dasar untuk menentukan kompensasi yang adil,” tambah Nurmansyah.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah kecamatan bersama DPRD Kabupaten Kampar akan menggelar hearing pada Senin mendatang. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang terbuka untuk mempertemukan seluruh pihak, mulai dari kepala desa, perwakilan masyarakat, hingga perusahaan.
“Kita berharap hearing ini bisa menjadi jalan keluar. Tujuannya jelas, mencari solusi yang adil dan bisa diterima semua pihak, terutama masyarakat yang terdampak langsung,” tegasnya. RZ
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

