Momentum Hari Batik Nasional, Bupati Kampar Tinjau Enam Rumah Produksi Batik

BANGKINANG KOTA – Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2026, Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., meninjau enam rumah produksi batik yang tersebar di sejumlah lokasi di Kabupaten Kampar, Jumat (2/10/2026).

Kunjungan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam mendorong pengembangan industri kreatif sekaligus melestarikan budaya daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Yuzar melihat secara langsung proses produksi batik, kreativitas para pembatik, serta potensi pengembangan motif batik khas Kampar agar semakin dikenal dan memiliki daya saing.

Menurutnya, batik Kampar memiliki keunikan dan karakter tersendiri yang perlu terus dikembangkan serta dilindungi sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat daerah.

“Kita ingin batik khas Kampar terus berkembang, baik dari sisi kualitas, motif maupun pemasarannya. Ini bukan hanya soal produk kerajinan, tetapi juga menyangkut identitas dan kekayaan budaya masyarakat Kampar,” ujar Ahmad Yuzar.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan perangkat daerah terkait akan terus mendorong kemajuan para pembatik serta rumah produksi batik lokal.

Salah satu langkah yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah melakukan pendataan rumah produksi batik sekaligus mendorong perlindungan kekayaan intelektual terhadap motif-motif khas Kampar melalui koordinasi dengan Kementerian Hukum di wilayah Riau.

Upaya perlindungan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi para perajin sekaligus menjaga keaslian motif batik khas Kampar agar tidak digunakan pihak lain tanpa izin. Selain itu, penguatan industri batik juga diharapkan mampu membuka peluang usaha, memperluas pasar, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para pembatik lokal.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Kampar didampingi Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Kampar Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., Ketua Harian Dekranasda Kampar Edward, S.E., M.Si., jajaran Dekranasda, serta Analis Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum wilayah Riau.

Bupati Ahmad Yuzar berharap momentum Hari Batik Nasional dapat menjadi penyemangat bagi para pembatik untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengembangkan motif-motif yang mencerminkan karakter serta kearifan lokal Kabupaten Kampar.

Melalui dukungan pemerintah daerah dan perlindungan kekayaan intelektual, batik khas Kampar diharapkan semakin dikenal luas, memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi, serta mampu menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya daerah. Adv

Editor : Reza MF
Tag : # Kampar



Bagikan

Berita Terbaru