Menaker Usulkan BRICS Petakan Kebutuhan Keterampilan Masa Depan
HYDERABAD – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengusulkan agar negara-negara BRICS bersama-sama memperkuat pemetaan kebutuhan keterampilan tenaga kerja masa depan (future skills forecasting). Langkah ini dinilai penting sebagai dasar penyusunan kebijakan ketenagakerjaan dan pelatihan yang mampu menjawab perubahan dunia kerja.
Usulan tersebut disampaikan Yassierli dalam BRICS Labour and Employment Ministers' Meeting (LEMM) 2026 yang berlangsung di Hyderabad, India, Rabu (15/7/2026). Dalam forum tersebut, Indonesia mengusulkan agar future skills forecasting menjadi salah satu fokus kerja sama dalam BRICS CONNECT.
Menurut Yassierli, pemetaan kebutuhan keterampilan akan membantu negara-negara BRICS mengantisipasi perubahan pasar kerja akibat perkembangan teknologi, transformasi industri, perubahan demografi, serta transisi menuju ekonomi hijau.
"Dalam BRICS CONNECT, Indonesia melihat pentingnya memperkuat pemahaman bersama mengenai kebutuhan ketenagakerjaan dan keterampilan di masa depan. Karena itu, Indonesia mengusulkan agar future skills forecasting menjadi salah satu fokus kerja sama dalam BRICS CONNECT," ujar Yassierli.
Ia menjelaskan, langkah tersebut akan memudahkan negara-negara anggota memahami perubahan kebutuhan tenaga kerja, mengidentifikasi keterampilan yang dibutuhkan, serta menyelaraskan kebijakan pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha.
Dalam kesempatan itu, Menaker juga memaparkan berbagai upaya Indonesia memperkuat ketahanan pasar kerja. Di antaranya melalui perluasan akses pelatihan dan jaminan sosial bagi pekerja informal, pembentukan Satuan Tugas PHK, penguatan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), serta peningkatan kesempatan kerja bagi perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat di wilayah terpencil.
Sebagai bentuk komitmen terhadap ketenagakerjaan yang inklusif, pemerintah tahun ini membangun pusat pelatihan vokasi dan layanan ketenagakerjaan khusus bagi penyandang disabilitas. Fasilitas tersebut dilengkapi teknologi asistif dan contoh penataan tempat kerja yang ramah disabilitas.
"Indonesia memandang BRICS sebagai platform strategis untuk memperkuat south-south cooperation, saling belajar, dan menghadirkan solusi nyata yang memberikan manfaat bagi pekerja, dunia usaha, dan masyarakat. Karena itu, Indonesia hadir di BRICS untuk berbagi pengalaman sekaligus belajar dari negara-negara anggota lainnya," katanya.
Di bidang pengembangan sumber daya manusia, pemerintah juga terus memperkuat transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja melalui Program Pemagangan Nasional yang menargetkan 150 ribu peserta serta Program Pelatihan Vokasi Nasional dengan target 300 ribu peserta pada tahun ini.
Selain itu, sejumlah program prioritas nasional seperti Program Makan Bergizi Gratis, Kampung Nelayan Modern, dan hilirisasi komoditas strategis diposisikan sebagai penggerak penciptaan lapangan kerja yang didukung keterhubungan antara pelatihan vokasi dengan kebutuhan industri.
Sementara di sektor digital, pemerintah memperkuat sistem informasi pasar kerja terintegrasi yang menghubungkan pencari kerja dan pemberi kerja melalui satu platform layanan ketenagakerjaan. Sistem tersebut didukung analisis pasar kerja dan policy dashboard untuk mendukung pengambilan kebijakan yang lebih cepat dan tepat.
Menutup pemaparannya, Yassierli menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh negara anggota BRICS dalam membangun dunia kerja yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
"Indonesia siap bekerja sama dengan seluruh negara anggota BRICS untuk membangun dunia kerja yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Kami siap berbagi dan siap belajar," tutupnya. Rls
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

