Elevasi Waduk PLTA Koto Panjang Turun 4,77 Meter di Tengah Kemarau
KAMPAR — Elevasi muka air Waduk PLTA Koto Panjang terus mengalami penurunan seiring kondisi kemarau. Berdasarkan pemantauan pada Rabu (9/9/2026) pukul 13.00 WIB, elevasi waduk tercatat 75,38 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Angka tersebut turun sekitar 4,77 meter dibandingkan kondisi pada 1 Agustus 2026 yang masih berada pada level 80,15 mdpl.
Pada waktu yang sama, debit air yang masuk ke waduk (inflow) tercatat sebesar 195,12 meter kubik per detik (m?3;/s). Sementara debit air yang keluar melalui turbin (outflow) juga berada di angka 195,12 m?3;/s.
Kepala UPT PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi waduk, terutama elevasi muka air serta debit inflow dan outflow.
“Berdasarkan data pemantauan pukul 13.00 WIB, elevasi berada di 75,38 mdpl dengan debit inflow dan outflow masing-masing 195,12 m?3;/s. Kondisi waduk terus kami pantau secara berkala,” ujar Dhani, Rabu (9/9/2026).
Menurut Dhani, pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan operasional PLTA Koto Panjang tetap berjalan dengan baik sekaligus mengetahui perkembangan kondisi waduk dari waktu ke waktu.
Seiring perubahan elevasi waduk, pola operasi turbin PLTA Koto Panjang juga disesuaikan oleh PLN UIP3BS dengan mempertimbangkan kondisi waduk dan kebutuhan sistem kelistrikan Sumatera.
Untuk pola operasional, jumlah unit turbin yang dioperasikan berada pada kisaran 1 hingga 2 unit dengan kapasitas 20 MW pada periode Luar Waktu Beban Puncak (LWBP). Sementara pada periode Waktu Beban Puncak (WBP), operasi berada pada kisaran 2 hingga 3 unit dengan kapasitas 25 MW.
Penyesuaian pola operasi tersebut dilakukan agar pembangkit tetap dapat beroperasi sesuai kebutuhan sistem, dengan tetap memperhatikan kondisi ketersediaan air di waduk.
Penurunan elevasi muka air Waduk PLTA Koto Panjang menjadi perhatian di tengah kondisi kemarau. Dengan posisi saat ini 75,38 mdpl, pemantauan terhadap perkembangan elevasi dan debit air terus dilakukan oleh pihak terkait.
Masyarakat di sekitar wilayah waduk diimbau untuk tetap mengikuti informasi dan perkembangan resmi dari pihak terkait mengenai kondisi Waduk PLTA Koto Panjang. HP
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

