DPRD Kampar Soroti Hilangnya 518 Guru PDTA, Hearing Memanas dan Anggaran Dipertanyakan
KAMPAR – DPRD Kabupaten Kampar menyoroti serius polemik hilangnya 518 nama penerima insentif guru Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (PDTA) dalam rapat dengar pendapat (hearing) yang berlangsung panas, Senin (04/05/2026).
Hearing yang digelar di ruang BANMUS Kantor DPRD Kampar tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Kampar, Tony Hidayat. Forum ini mempertemukan DPRD dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kampar serta Forum Komunikasi Diniyah Takmiliah (FKDT) untuk mengurai persoalan yang mencuat di tengah masyarakat.
Dalam rapat itu, DPRD mengungkap adanya penyusutan signifikan jumlah penerima insentif, dari semula 3.600 guru menjadi hanya 3.082 orang, di luar data pondok pesantren. Kondisi ini memicu pertanyaan besar terkait validitas data dan mekanisme penyaluran bantuan.
DPRD juga menyoroti persoalan anggaran yang mengalami penurunan drastis. Dari sebelumnya Rp12,96 miliar, kini hanya tersisa Rp5 miliar. Bahkan, terungkap bahwa pada Januari 2026 anggaran sempat berada di angka nol akibat kebijakan efisiensi, sebelum akhirnya kembali dialokasikan.
Selain itu, DPRD Kampar menilai masih banyak guru yang belum tersentuh bantuan. Data yang dipaparkan menunjukkan dari 2.992 guru madrasah non-PNS, hanya 667 yang menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG), sementara 2.325 lainnya belum mendapatkan dukungan.
Dari sisi FKDT, disampaikan bahwa pada 2025 hanya 2.865 dari 3.099 guru PDTA yang menerima insentif, sedangkan ratusan lainnya belum pernah memperoleh bantuan sama sekali. FKDT juga menyoroti tren penurunan anggaran dari tahun ke tahun yang dinilai berdampak langsung pada kesejahteraan guru.
Menanggapi berbagai temuan tersebut, DPRD Kampar menegaskan komitmennya untuk mengawal persoalan ini hingga tuntas. DPRD memastikan akan mendorong solusi konkret melalui pembahasan anggaran mendatang.
“Persoalan ini tidak akan kita biarkan berlarut. Komisi II akan terus mengawal dan memperjuangkan solusi, baik melalui APBD Perubahan maupun APBD murni 2027,” tegas Tony Hidayat. RZ/ ADV
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

