Bupati Kampar, Kapolres Serta Dandim 0313/KPR Ikuti Rakor Khusus Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan bersama Presiden RI
Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH di dampingi Kapolres Kampar AKPB Muhammad Kholik Sik dan Dandim 0313/KPR Letkol Inf. Leo Octavianus M. Sinaga, S. Sos, M. I. Pol ikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Khusus Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan bersama Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan serta kabinet Indonesia Maju secara yang daring di Aula Rumah Dinas Bupati Kampar. Senin, (22/2/2021).
Presiden RI dalam arahannya mengatakan setiap tahun kita rutin melakukan pertemuan seperti ini, dengan tujuan untuk mengingatkan gubernur, Kapolda, Danrem, bupati/walikota, Dandim, Kapolres terutama pejabat-pejabat yang baru yangk berada di daerah rawan bencana kebakaran.
“Kami mengingatkan agar tidak lupa aturan yang sudah disepakati di tahun 2016, kesepakatannya adalah bagi Pandam, Kapolri, Kapolda, Kapolres dan Dandim, aturannya masih tetap sama, kalau di wilayah saudara ada kebakaran, dan membesar, tidak tertangani dengan baik aturan tetap sama, belum saya ganti yaitu dicopot, yaitu diganti.”tegas Joko Widodo.
Presiden juga mengingatkan, meskipun sebahagian daerah sedang mengalami bencana banjir dan tanah longsor di beberapa daerah namun ancaman terhadap kebakaran hutan dan lahan tidak boleh kendur, dan diharapkan sebuah pencegahan yang matang, yang penting Sinergi semakin kuat dan eksekusi dilapangan semakin efektif.
Hal ini dikarenakan berdasarkan laporan BMKG, sebahagian besar wilayah di Indonesia masih mendapatkan hujan tinggi hingga bulan april, sedangkan bulan mei menjadi masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau.
“Kita mesti harus waspada, jangan lengah, saya terima laporan bahwa kebakaran hutan dan lahan mulai terjadi sejak akhir januari, misalnya di Riau sudah terjadi 29 kejadian, ini hati-hati pak Gub Riau jangan sampai ada muncul lagi.”kata Jokowi.
Sedangkan di Kalimatan Barat dan kalimantan tengah ada 52 kejadian. Presiden RI memberikan apresiasi kepada Provinsi Riau karena Berdasarkan laporan dari kemenpolhukam bahwa saat ini telah menetapkan siaga darurat terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan.
“Ini bagus bersiap-siap jangan sampai nanti administrasinya, payung hukumnya karena provinsi Riau angka kejadiannya lebih tinggi dari Provinsi yang lain.”kata Jokowi.
Presiden RI Joko Widodo juga mengatakan bahwa pada bulan Februari ini pulau sumatera berpotensi terjadi karhutla karena karena cuaca panas/kemarau sudah agak tinggi begitu juga dengan kalimantan dan sulawesi pada bulan mei dan juni berpotensi karhutla.
“puncaknya di bulan agustus dan September sehingg kita harus mempersiapkan semuanya mulai dari planingnya, organisasinya di cek betul-betul, dan pada saat terjadinya puncak kemarau kita sudah siapkan semuanya.”tegas Presiden.
Presiden memaparkan beberapa langkah strategis yang harus dilakukan dalam pencegahan karhutla yakni prioritaskan upaya pencegahan, management lapangan haris tetap konsolidasi dan terorganisasi.
“Artinya di Desa, jika ada api kecil harus sudah diberitahukan sehingga bisa tertangani dengan cepat, semua harus digerakkan untuk melakukan direksi dini, monitoring di area-area yang sering terjadi hot spot serta aktif koordinasi setiap hari sehingga kondisi harian bisa terpantau.”lanjut Presiden.
Selanjutnya manfaatkan teknologi untuk monitoring dan pengawasan. Infrastruktur pengawasan harus sampai tingkat bawah. “Saya lihat di Riau sudah mempunyai aplikasi monitoring sampai ketingkat bawah dan ini sangat bagus, dan libatkan babinsa, babinkamtibmas dalam pencegahan karhutla, berikan edukasi terus menerus kepada masyarakat, perusahaan dan korporasi terutama didaerah yang kecenderungan host spot, ajak tokoh agama, tokoh masyarakat untuk ikut menjelaskan kepada masyarakat akan bahaya kebakaran hutan dan lahan bagi kesehatan dan dampak ekonomi yang tidak kecil.”kata Presiden lagi.
Kemudian perlunya mencari formasi yang permanen dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan, karena 99 persen kebakaran hutan dan lahan di sebabkan oleh ulah manusia.
Penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi kambut harus terus dilanjutkan, dan terakhir penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi, kepada siapapun yang melakukan kebakaran hutan dan lahan sehingga ada efek jera.
“Lakukan sangsi yang tegas kepada perusahaan, baik sangsi administrasi, perdata atau pidana.”tegas Presiden.(Rls Pro_Dokpim)
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Satlantas Polres Kampar Bersama UPT Samsat Bangkinang Gelar Ramp Check Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
- Kampar
- 27 Oktober 2026 13:48 WIB
Komisi III DPRD Kepulauan Meranti Soroti Pelayanan RSUD, Ambulans Laut hingga Optimalisasi Rumah Sakit Pratama
- Kepulauan Meranti
- 27 Oktober 2026 13:46 WIB
Kejuaraan Karate GDR Championship, Agrata Razzan Defan Boyong Medali Emas
- Pekanbaru
- 27 Oktober 2026 13:44 WIB
DPRD Kepulauan Meranti Terima Kunjungan Siswa SMPN 1 Tebing Tinggi, Bahas Perundungan hingga Beasiswa
- Kepulauan Meranti
- 26 Oktober 2026 21:10 WIB
GRANAT dan JMSI Kampar Matangkan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Universitas Pahlawan
- Kampar
- 26 Oktober 2026 18:56 WIB
Pemprov Riau Perkuat Sinergi Perluasan Sertifikasi Halal bagi Pelaku Usaha
- Riau
- 26 Oktober 2026 14:08 WIB
Kapolres Pimpin Apel Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Keselamatan Berlalu Lintas Jadi Prioritas
- Kepulauan Meranti
- 26 Oktober 2026 13:27 WIB
KPU dan Bawaslu Sambangi Kemenag Kampar, Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu 2029 Jadi Fokus
- Kampar
- 26 Oktober 2026 11:46 WIB
81 Tahun Menerangi Negeri, PLN UIP3B Sumatera Hadirkan Cahaya Baru bagi 81 Pasang Mata
- Nasional
- 25 Oktober 2026 15:51 WIB
Seorang Pria Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas Ditangkap Polsek Tebing tinggi
- Hukrim
- 25 Oktober 2026 09:24 WIB
Polres Pelalawan Amankan 1000 Liter Minyak Solar, Di Duga Di Timbun Ilegal Di Pangkalan Kuras
- Pelalawan
- 25 Oktober 2026 09:20 WIB
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB

