Usai Crash di Moto3 Belanda, Veda Pratama Buka Suara
Assen – Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama akhirnya angkat bicara usai gagal menyelesaikan balapan Moto3 Grand Prix Belanda 2026 di Sirkuit TT Assen, Minggu (28/6/2026). Rookie Honda Team Asia itu mengakui kecelakaan yang dialaminya merupakan murni kesalahan sendiri.
Veda sebenarnya tampil menjanjikan sepanjang awal balapan. Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu bahkan sempat memimpin jalannya perlombaan setelah berhasil menyalip para rival di barisan depan.
Namun, perjuangannya berakhir pada lap kedelapan. Saat keluar dari Tikungan 4, Veda kehilangan kendali motornya akibat ban belakang mengalami selip (slide). Ia kemudian mengalami highside dan gagal melanjutkan balapan (DNF).
Usai balapan, Veda mengaku memiliki perasaan yang sangat baik sejak lampu start dipadamkan. Ia yakin mampu bertahan di rombongan depan hingga garis finis.
"Balapan kali ini memang tidak berjalan lancar dan saya tidak bisa finis. Sebenarnya saya punya feeling yang bagus saat start. Saya merasa bisa tetap berada di grup depan sampai finis," ujar Veda.
Sebelum terjatuh, Veda juga sempat terlibat senggolan dengan pembalap lain. Insiden tersebut membuat posisinya sempat merosot sebelum akhirnya kehilangan kendali.
"Saya sempat bersenggolan dengan rider lain sehingga posisi saya mundur. Setelah itu saya terjatuh," katanya.
Meski demikian, Veda tidak mencari kambing hitam atas insiden tersebut. Ia mengakui kecelakaan terjadi akibat kesalahannya sendiri.
"Ini murni kesalahan saya. Ban belakang mengalami slide dan saya melakukan kesalahan hingga akhirnya terjatuh," ungkapnya.
Veda pun menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukungnya karena belum mampu mempersembahkan hasil terbaik di Assen.
"Maaf saya belum bisa mendapatkan hasil yang baik pada balapan minggu ini," ucapnya.
Meski gagal membawa pulang poin, Veda memastikan akan segera bangkit dan mengalihkan fokus ke seri berikutnya.
"Saya akan mencoba lagi di Grand Prix Jerman di Sachsenring dua minggu lagi. Terima kasih atas dukungan semuanya," tutup Veda.
Hasil DNF di Assen menjadi kegagalan finis kedua bagi Veda pada musim Moto3 2026. Meski demikian, penampilan impresifnya di awal balapan menjadi sinyal positif bahwa pembalap berusia muda tersebut memiliki kecepatan untuk bersaing di barisan depan. Seri berikutnya akan digelar pada Grand Prix Jerman di Sirkuit Sachsenring, 10-12 Juli 2026. Reza
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

