Riau Kejar Peluang Pasar Karbon Global, Pemprov Fokus Rampungkan Tahap Persiapan NEK
PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau optimistis dapat mengejar tahapan persiapan pengelolaan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) guna membuka akses ke pasar karbon global. Langkah ini dinilai menjadi peluang ekonomi baru berbasis lingkungan, seiring besarnya potensi hutan dan lahan gambut yang dimiliki Provinsi Riau.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau, M Job Kurniawan, mengatakan Riau memiliki kawasan hutan sekitar 5,3 juta hektare dan kawasan hidrologi gambut seluas 4,9 juta hektare. Potensi tersebut menjadi modal besar dalam pengembangan ekonomi hijau melalui inisiatif kebijakan Green for Riau yang diluncurkan pada Mei 2025.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen daerah dalam mengimplementasikan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 yang membuka peluang pengelolaan Nilai Ekonomi Karbon melalui keterlibatan multipihak, termasuk pemerintah daerah.
“Perpres ini memperluas akses pelaku usaha dan daerah untuk berpartisipasi dalam pasar karbon global melalui skema yang diakui dunia seperti Verra, Gold Standard, ART-TREES dan Global Carbon Council,” kata Job dalam keterangan resmi, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, langkah Riau juga dipandang selaras dengan kebijakan nasional dalam mendukung target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia sebagaimana diatur dalam Paris Agreement.
Saat ini, Pemprov Riau tengah fokus pada tahapan persiapan atau readiness sebelum terhubung ke pasar karbon internasional. Sejumlah dokumen strategis yang sedang disusun antara lain dokumen safeguard, Forest Reference Emission Level (FREL), Rencana Aksi Daerah (STRADA), Measurement Reporting and Verification (MRV), hingga Benefit Sharing Mechanism (BSM).
“Langkah-langkah ini merupakan tahapan penting agar Riau dapat mengakses pasar karbon dunia secara akuntabel dan sesuai regulasi,” ujarnya.
Untuk mempercepat penyusunan arsitektur REDD+ tersebut, Pemprov Riau menggandeng berbagai pihak, termasuk Kementerian Kehutanan, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), UN-REDD Programme, UNEP dan FAO.
Seluruh dukungan pendanaan pada tahap persiapan ini dikelola langsung oleh lembaga donor internasional dan bukan melalui skema hibah ke APBD Provinsi Riau.
Job menegaskan hingga saat ini Riau belum menerima pembayaran karbon karena masih berada pada tahap persiapan. Pemprov Riau menargetkan seluruh arsitektur REDD+ dapat rampung tahun ini sehingga dapat dilanjutkan ke tahap pre-investment.
Pada tahap tersebut nantinya, mekanisme penerimaan ekonomi karbon dapat dilakukan melalui perdagangan emisi, offset trading, pembayaran berbasis kinerja hingga pajak karbon sesuai ketentuan Perpres 110 Tahun 2025.
“Terkait mekanisme yang akan diterapkan nantinya akan ditentukan pada tahap pre-investment dan tetap berpedoman pada regulasi yang berlaku,” pungkasnya. Milla
Editor : Nurdin Tambunan
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

