Perambahan Hutan Dipulau Tebing Tinggi Lahan Gundul Bencana Alam Mengancam
Kepulauan Meranti, RESONANSI.CO- Hamdan Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR ) Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, Soroti Perambahan Hutan Di pulau Tebing Tinggi, Hamdan khawatir dan menganalisa jika lahan hutan gundul akibat praktek perambahan hutan tanpa izin dengan terganggunya ekosistem alam akan terjadi bencana banjir.
Perambahan hutan di pulau tebing tinggi terus menggila namun petugas yang berwenang terkesan tak berdaya untuk mencegahnya, kegiatan ilog tersebut terjadi dengan adanya peran cukong yang memberi modal untuk mengeksplotasi hutan tanpa izin yang mana cukong tersebut hanya memikirkan keuntung pribadi semata dalam menjalankan aksi bisnisnya dari hasil hutan tersebut, ungkap Hamdan, (12/04/2025)
Ketua LAMR tersebut pernah menemukan dan sekaligus mendokumentasikannya ratusan kubik kayu olahan di sungai mengkuang desa tanjung peranap kecamatan tebing tinggi barat kayu olahan tersebut lagi dimuat ke kapal dan informasi yang diperoleh oleh Hamdan, kayu tersebut akan diangkut ke pulau batam kepri dan ketua LAMR tersebut juga memperoleh informasi dilapangan bahwa para pekerja sansaw penebang kayu, menerima modal dari Ed,
Diperoleh sumber dilapangan oleh wartawan dari sejumlah pekerja tukang sansaw (penebang kayu-red) yang minta identitasnya tidak disebutkan, kami hanya setakat pekerja sementara yang memberi modal adalah, Ed, dan segala urusan jika ada petugas juga, Ed, yang menghendel kalau kami ini hanya pekerja apalah daya, ungkap sejumlah tukang chainsaw.
Diungkapkan Hamdan,sesuai hasil investigasinya jika di musim penghujan pulau tebing tinggi banjir sebab tidak adanya resapan air dan lahan hutan gundul, misalnya jalan desa kundur menuju desa tanjung peranap (kampung balak) terjadi banjir dengan ketinggian debit air mencapai diperkirakan 1 meter yang menggenangi bodi jalan sehingga lumpuhnya lalulintas bagi warga masyarakat yang beraktivitas menggunakan arus jalan tersebut.
Dalam hal tersebut, Hamdan mengutif, undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam, bagi yang mengolah hasil alam tanpa izin, hukuman sangsi pidana 5 tahun penjara dan denda pidana rp. 100 juta.
undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan, bagi pelaku perambahan hutan tanpa izin, sangsi hukuman pidanya hingga 10 tahun penjara dan denda rp. 5 miliar.
Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan lingkungan hidup bagi yang mengelola lingkungan tanpa izin maka sangsi pidananya hukuman penjara 3 tahun hingga 10 tahun dan denda rp. 10 miliar.
Dan undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan psl 82 hingga psl 88 bagi pelaku perambah hutan tanpa izin akan dikenakan sangsi pidana 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan denda pidana paling sedikit rp. 500 juta dan paling banyak rp. 2.500.000.000.-, hingga pidana penjara 15 tahun serta pidana denda paling sedikit rp. 5 miliar dan paling banyak rp. 15 miliar, ungkap ketua. LAMR tersebut. (mk)
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

