Pemprov Riau Fokus Kembangkan UMKM Berbasis Syariah
PEKANBARU - Upaya penguatan UMKM dan lembaga keuangan mikro syariah terus digencarkan di Provinsi Riau sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan usaha, pembiayaan syariah, serta pengembangan ekonomi hijau yang melibatkan pelaku UMKM di berbagai daerah di Riau.
Upaya tersebut dipaparkan dalam kegiatan pemaparan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Provinsi Riau yang dilaksanakan secara virtual di Riau Command Center (RCC) Menara Lancang Kuning, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan ekonomi syariah di Provinsi Riau.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi menjelaskan bahwa penguatan UMKM berbasis syariah menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Pengembangan ekonomi syariah harus mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama melalui pemberdayaan UMKM dan penguatan sektor usaha produktif,” katanya.
Dalam pemaparannya disebutkan bahwa total pembiayaan syariah bagi UMKM di Provinsi Riau pada tahun 2025 mencapai Rp3,58 triliun. Sementara pembiayaan syariah untuk sektor mikro tercatat sebesar Rp480 miliar atau sekitar 16 persen dari total pembiayaan syariah.
Pemerintah Provinsi Riau juga menjalankan sejumlah program inkubasi bisnis syariah, di antaranya Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA), onboarding UMKM, Karya Riau Bertuah, dan Kelompok Meranti Bersagu yang melibatkan puluhan tenant dan pelaku usaha.
Selain itu, program ekonomi hijau berbasis UMKM juga terus dikembangkan dengan melibatkan ratusan pelaku usaha pada klaster pangan padi dan cabai. Program tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Pada sektor keuangan mikro syariah, total aset Baitul Maal wat Tamwil (BMT) di Provinsi Riau mencapai Rp37,9 miliar dan aset Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) sebesar Rp40,9 miliar. Saat ini juga terdapat 109 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah menerapkan praktik bisnis syariah di Provinsi Riau.
“Pemerintah Provinsi Riau akan terus memperkuat kolaborasi dan dukungan terhadap UMKM serta lembaga keuangan syariah agar mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” tutupnya. Adv
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

