Museum Sang Nila Utama, Menelusuri Jejak Manuskrip Azimat Melayu
PEKANBARU – Bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sejarah dan kebudayaan Melayu Riau, Museum Sang Nila Utama menjadi salah satu destinasi yang layak dikunjungi. Di museum yang berada di Kota Pekanbaru ini, pengunjung dapat menemukan beragam koleksi warisan budaya, termasuk naskah kuno berupa azimat yang menyimpan jejak peradaban masyarakat Melayu masa lampau.
Di balik lembaran-lembaran manuskrip yang telah berusia ratusan tahun, tersimpan berbagai nilai kehidupan, kepercayaan, serta tradisi tulis yang berkembang di Bumi Lancang Kuning. Koleksi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi peneliti, pelajar, maupun wisatawan yang tertarik pada sejarah dan budaya Melayu.
Pamong Budaya Dinas Kebudayaan Riau, Achmad Al Azhari, mengatakan azimat yang saat ini dikonservasi merupakan bagian dari koleksi naskah kuno yang berasal dari berbagai daerah di Riau. Namun, proses konservasi yang tengah difokuskan berasal dari wilayah Kampar dengan tulisan menggunakan aksara Arab.
“Azimat ini merupakan bagian koleksi dari peninggalan naskah kuno yang terawat di Museum Sang Nila Utama. Sebenarnya ada dari berbagai daerah, tapi untuk saat ini yang kami lakukan konservasi dari daerah Kampar,” ujarnya, Selasa (8/6/2026).
Saat berkunjung ke museum, pengunjung dapat melihat langsung kondisi manuskrip yang masih terawat meski sebagian telah mengalami perubahan warna akibat faktor usia. Beberapa naskah tampak rapuh di bagian tepi, menjadi bukti perjalanan panjang benda budaya tersebut dari generasi ke generasi.
Menurut pria yang akrab disapa Babe itu, sejumlah azimat diperkirakan berasal dari abad ke-18 Masehi. Meski demikian, tidak terdapat catatan pasti mengenai tahun pembuatannya karena sebagian besar diwariskan secara turun-temurun dalam lingkungan keluarga.
Keunikan koleksi ini tidak hanya terletak pada isi tulisannya, tetapi juga bentuk visual yang menghiasi setiap manuskrip. Beberapa azimat memuat simbol, gambar, pola geometris, hingga ilustrasi sederhana yang diyakini memiliki makna tertentu pada zamannya.
“Menariknya azimat ini bukan hanya tulisan saja, tetapi ada juga berupa gambar manuskrip kuno yang memiliki karakteristik tertentu. Jenis alas tulisnya menggunakan kertas Eropa hingga daluang,” jelasnya.
Penggunaan berbagai media tulis tersebut menjadi bukti adanya interaksi budaya dan perdagangan pada masa lalu. Kertas Eropa menunjukkan hubungan masyarakat Melayu dengan jalur perdagangan internasional, sementara daluang mencerminkan pemanfaatan bahan lokal dalam tradisi penulisan naskah.
Kini, azimat tidak lagi dipandang sebagai benda yang memiliki fungsi magis, melainkan sebagai warisan budaya yang menggambarkan pola pikir, sistem kepercayaan, serta kehidupan sosial masyarakat Melayu pada masa silam.
Museum Sang Nila Utama terus melakukan upaya konservasi dan pelestarian manuskrip kuno agar generasi muda dapat mengenal kekayaan tradisi tulis Melayu yang pernah berkembang di Riau. Kehadiran koleksi ini menjadikan museum bukan hanya sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga destinasi edukasi budaya yang memperkaya wawasan pengunjung tentang identitas dan sejarah Melayu Riau.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pekanbaru, Museum Sang Nila Utama menawarkan pengalaman berbeda untuk menyusuri jejak peradaban Melayu melalui naskah-naskah kuno yang masih terjaga hingga saat ini. Indra
Editor : Nurdin Tambunan
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

