LPK Kana Bintang Sertifindo Resmi Luncurkan Pelatihan HSES Level 1
BATAM – LPK Kana Bintang Sertifindo (KBS Training Centre) resmi meluncurkan program pelatihan Health, Safety, Environment and Security (HSES) Level 1 sebagai program pelatihan keselamatan kerja terbaru bagi calon tenaga kerja maupun pekerja industri.
Pelatihan perdana tersebut digelar pada Senin (15/6/2026) di Komplek Ruko Grand Tiban Koperasi No. 5, Tiban, Batam, dan diikuti oleh 15 peserta sebagai batch pertama. Seluruh peserta yang dinyatakan lulus memperoleh sertifikat dari KBS Training Centre serta Dinas Tenaga Kerja.

Direktur PT Kana Bintang Sertifindo yang juga sebagai instruktur utama, asesor BNSP Sekaligus Ahli K3 spesialist, Teuku Nanda Fulizar, S.T, mengatakan HSES Level 1 merupakan inovasi terbaru perusahaan dalam menghadirkan pelatihan keselamatan kerja yang lebih komprehensif dengan menggabungkan aspek Health, Safety, Environment, dan Security dalam satu kurikulum terpadu.
"HSES Level 1 merupakan program terbaru dari perusahaan kami. Pelatihan ini kami rancang sebagai bekal dasar bagi siapa saja yang ingin mengenal dunia keselamatan dan kesehatan kerja (K3) maupun dunia industri. Seluruh aspek dasar kami rangkum menjadi satu sehingga peserta memiliki pondasi yang kuat sebelum memasuki dunia kerja," ujar Teuku Nanda Fulizar.
Menurutnya, materi yang diberikan berlangsung selama satu hari penuh, mulai pagi hingga sore, dengan pendekatan teori dan pengenalan praktik dasar.
Peserta memperoleh materi mengenai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, pengenalan hazard dan Hazard Identification Risk Assessment (HIRA), investigasi kecelakaan kerja, dasar-dasar pencegahan kebakaran, sistem manajemen K3 (SMK3), penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), Job Safety Analysis (JSA), Permit to Work (PTW), identifikasi sumber bahaya di tempat kerja, hingga pembentukan Emergency Response Team (ERT).
.jpeg)
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai peralatan kerja yang umum digunakan di industri, seperti pesawat angkat dan angkut, peralatan produksi, tabung gas, instalasi kelistrikan, hingga sistem proteksi kebakaran beserta potensi bahayanya.
"Kami memang lebih menekankan konsep dasar. Tujuannya agar peserta memahami kerangka utama dunia K3 sebelum nantinya melanjutkan ke materi yang lebih spesifik. Di akhir pelatihan kami juga memberikan gambaran mengenai jenjang karier di bidang safety sehingga peserta memiliki arah pengembangan kompetensi ke depan," jelasnya.
Untuk mendukung kualitas pembelajaran, KBS Training Centre menghadirkan empat instruktur yang memiliki kompetensi sesuai bidang masing-masing.
Teuku Nanda Fulizar membawakan materi HIRA, SMK3, dan pengenalan peralatan kerja di industri. Materi mengenai regulasi ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 disampaikan oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Riau.
Sementara materi spesialis penanggulangan kebakaran diberikan oleh Agus Hendrik Panggabean, praktisi K3 bersertifikasi BNSP dan Kementerian Ketenagakerjaan. Sedangkan materi keselamatan kerja bidang kelistrikan disampaikan oleh Bobby Chandra, praktisi yang telah berpengalaman di bidang electrical safety.
Teuku Nanda menjelaskan bahwa pelatihan HSES Level 1 merupakan tahap awal dari sistem pelatihan berjenjang yang telah disiapkan perusahaan.
"Kami sengaja membatasi peserta hanya 15 orang setiap batch agar kualitas penyampaian materi benar-benar maksimal. Setelah menyelesaikan HSES Level 1, peserta dapat melanjutkan ke HSES Level 2 dengan materi yang lebih mendalam, hingga HSES Level 3 yang diperuntukkan bagi tenaga profesional dengan kebutuhan industri berisiko tinggi seperti migas dan offshore," katanya.
Ia berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja di berbagai sektor industri.
"Kami ingin melahirkan SDM yang tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi benar-benar memahami budaya keselamatan kerja. Di tengah perkembangan teknologi dan industri yang semakin pesat, kompetensi di bidang K3 akan terus menjadi kebutuhan utama dunia kerja," tutup Teuku Nanda Fulizar.(hl)
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

