Lahan Polsek Sungai Batang Jadi Bukti Nyata, Ketahanan Pangan Dimulai Dari Desa
Indragiri Hilir – Senin 18 Mei 2026, fajar di Desa Sungai Batang pecah lebih awal dari biasanya. Bukan suara ayam yang membangunkan kampung, tapi derap langkah personel Polsek Sungai Batang dan warga yang berjalan bersama menuju lahan 2 hektar milik Polsek. Hari itu, sawah bukan hanya tempat bertani, tapi panggung gotong royong antara aparat dan rakyat.
Di tengah petak sawah yang menguning, sabit bergerak serentak. Tidak ada jarak antara seragam cokelat dan sarung petani. Kapolsek, bhabinkamtibmas, dan warga desa berdiri sejajar, memotong batang padi satu per satu. Keringat bercampur lumpur, tapi wajah mereka tertawa. Karena yang dipanen hari itu bukan hanya padi, tapi juga kepercayaan dan kebersamaan.
Panen raya ini adalah jawaban sederhana dari Polsek Sungai Batang, Polres Indragiri Hilir, atas tantangan ketahanan pangan nasional. Mereka tidak menunggu instruksi turun dari atas, tapi turun langsung ke tanah. Lahan 2 hektar milik Polsek diolah dan dirawat bersama warga binaan, menjadi bukti bahwa kedaulatan pangan bisa dimulai dari desa.
Kapolsek Sungai Batang Iptu Bambang Sutriyanto menegaskan, kegiatan ini adalah bentuk konkrit komitmen kepolisian dalam mendukung pertanian lokal. “Dengan adanya panen raya ini, diharapkan produktivitas pertanian di desa dapat meningkat, sehingga masyarakat mendapatkan hasil yang lebih baik dari usaha tani mereka,” ujarnya di sela kegiatan.
Bagi Iptu Bambang, kehadiran Polri di sawah bukan pencitraan. Ini adalah cara membangun hubungan yang jujur dengan masyarakat. “Kegiatan ini memperkuat hubungan antara personel Polsek Sungai Batang dan masyarakat, sehingga dapat menciptakan suasana yang harmonis dan kondusif,” katanya. Ketika polisi mau berlumpur bersama warga, rasa curiga perlahan mencair menjadi rasa percaya.
Warga yang ikut panen pun merasakan hal yang sama. Bagi mereka, kehadiran personel Polsek memberi semangat baru. Rasanya seperti ada saudara yang ikut mengangkat beban di ladang. Hasil panen yang melimpah tahun ini menjadi simbol kerja sama, gotong royong, dan keyakinan bahwa swasembada pangan bukan sekadar slogan.
Di Sungai Batang, gotong royong tidak mati. Ia hidup di setiap ikatan batang padi yang diikat bersama, di setiap tawa yang pecah ketika karung beras mulai penuh. Ini adalah potret kecil Indonesia yang masih bisa diselamatkan: ketika aparat dan rakyat berjalan satu arah, menuju tujuan yang sama.
Iptu Bambang berharap kegiatan ini tidak berhenti di satu musim tanam. “Diharapkan kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di antara warga dan personel Polsek,” ujarnya. Karena ketahanan pangan yang kuat lahir dari masyarakat yang kompak dan merasa memiliki tanahnya sendiri.
Di ujung hari, karung-karung padi mulai diangkut ke lumbung. Lahan 2 hektar itu kembali sunyi, tapi meninggalkan cerita panjang tentang bagaimana polisi dan warga bisa bekerja bersama untuk menjaga perut bangsa. Di situlah nasionalisme sejati tumbuh—bukan di pidato, tapi di sawah yang dikerjakan bersama.
Di Sungai Batang, setiap bulir padi yang dipanen adalah janji kecil untuk Indonesia yang mandiri. Dan selama Polri mau berjalan bersama rakyatnya, harapan untuk negeri yang berdaulat pangan akan terus tumbuh, satu musim, satu desa, satu bangsa pada satu waktu. Aditiya
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

