Kualitas Udara Berbahaya, Pemprov Riau Sebar Masker
PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan membagikan 5.000 masker gratis di lima titik Kota Pekanbaru, Rabu (7/10/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak gangguan pernapasan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan.
Pembagian masker dilakukan setelah konsentrasi partikulat halus PM2,5 terpantau mencapai 251,4 µg/m?3; atau masuk kategori berbahaya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan pembagian masker dipusatkan di sejumlah lokasi yang memiliki aktivitas masyarakat cukup padat. Lima titik tersebut yakni Bundaran Zapin, Simpang Tiga, Simpang Lampu Merah SKA, Pasar Pagi Arengka, dan kawasan Melur Sukajadi.
Menurut Zulkifli, kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau sebagai langkah cepat melindungi masyarakat dari dampak buruk kualitas udara.
"Hari ini, sesuai dengan arahan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, kita melakukan pembagian masker sebanyak 5.000 pcs di lima titik di Kota Pekanbaru. Di antaranya di Bundaran Zapin, Simpang 3, Simpang Lampu Merah SKA, Pasar Pagi dan Melur Sukajadi," ujar Zulkifli, Rabu (7/10/2026).
Pendistribusian masker melibatkan 95 personel gabungan dari Tim Krisis Dinas Kesehatan Riau dan akademisi kesehatan. Sebanyak 64 mahasiswa dari Poltekkes Kemenkes RI, STIKes Al Insyirah, serta Universitas Hang Tuah turut diterjunkan untuk mendampingi petugas di lapangan.
Zulkifli mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih buruk. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker sebagai upaya mengurangi risiko gangguan pernapasan.
"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan jaga kesehatan. Gunakan masker, perbanyak minum air putih dan segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami keluhan pernapasan," kata Zulkifli.
Selain penggunaan masker, masyarakat juga diminta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan mengonsumsi air putih sedikitnya delapan gelas sehari. Kondisi udara yang panas dan berasap dinilai dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
"Jangan menunggu haus, biasakan minum air putih minimal delapan gelas sehari. Udara yang berasap dan panas bisa membuat tubuh cepat kekurangan cairan. Kalau tubuh terhidrasi dengan baik, daya tahan tubuh juga akan lebih kuat untuk melawan infeksi saluran pernapasan," tutup Zulkifli. Adv
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

