Kerupuk Kulit Patin, Camilan Renyah dari Kampung Patin yang Tembus Pasar Internasional
KAMPAR – Perjalanan kuliner ke Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, belum lengkap tanpa mencicipi kerupuk kulit patin. Camilan khas Kampung Patin ini menjadi salah satu produk unggulan yang berhasil mengangkat nilai ekonomi dari setiap bagian ikan patin yang dibudidayakan masyarakat setempat.
Kerupuk kulit patin diolah dari kulit ikan patin segar yang sebelumnya kerap dianggap sebagai limbah. Berkat kreativitas para pelaku usaha, kulit ikan tersebut disulap menjadi camilan renyah dengan cita rasa gurih yang khas dan digemari berbagai kalangan.
Salah satu sentra pengolahannya berada di Graha Pratama Fish, kawasan perikanan terpadu yang mengembangkan budidaya hingga hilirisasi produk ikan patin. Pemilik Graha Pratama Fish, Nani Widyawati, mengatakan usahanya mengusung konsep integrated fish farm yang mencakup seluruh rantai usaha perikanan.
"Ada benih ikan, kolam pembesaran, pakan, pelatihan, agrowisata perikanan hingga pusat oleh-oleh ikan patin," ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Di galeri oleh-oleh yang berada di kawasan tersebut, pengunjung dapat menemukan beragam produk olahan ikan patin, mulai dari abon patin, bakso patin, kerupuk kulit patin hingga aneka makanan ringan lainnya.
Menurut Nani, potensi industri patin di Kampung Patin sangat besar karena didukung ketersediaan bahan baku yang melimpah serta inovasi masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah.
Untuk produk kerupuk kulit patin saja, kebutuhan bahan baku mencapai angka yang cukup besar. Setiap bulan, pihaknya mampu mengolah sekitar 500 kilogram kulit ikan patin atau setara dengan 2 ton ikan patin.
"Untuk olahan kerupuk kulit, per bulan kami mampu menghabiskan 500 kilogram kulit atau setara dengan 2 ton ikan patin," ungkapnya.
Tingginya permintaan menunjukkan bahwa kerupuk kulit patin tidak hanya diminati wisatawan domestik, tetapi juga telah menembus pasar luar negeri. Salah satu negara tujuan pemasaran produk olahan patin tersebut adalah Malaysia.
"Biasanya mereka memesan terlebih dahulu, kemudian ada kurir khusus yang membawa oleh-oleh ini ke Malaysia," jelas Nani.
Dengan tekstur renyah dan rasa gurih alami yang khas, kerupuk kulit patin menjadi bukti bahwa industri perikanan tidak hanya menghasilkan ikan konsumsi, tetapi juga mampu menciptakan berbagai produk olahan bernilai ekonomi tinggi yang mendukung kesejahteraan masyarakat.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kampung Patin, kerupuk kulit patin menjadi salah satu buah tangan yang wajib dibawa pulang. Selain unik dan lezat, camilan ini juga menjadi simbol keberhasilan masyarakat Desa Koto Masjid dalam mengembangkan industri perikanan berbasis kearifan lokal hingga mampu menembus pasar internasional. Reza
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

