Joan Mir Absen di GP Jepang dan Indonesia, Honda Belum Tentukan Pengganti
PEKANBARU - Pembalap Honda HRC Castrol, Joan Mir, dipastikan tidak akan tampil pada dua seri MotoGP berikutnya, yakni Grand Prix Jepang di Motegi dan Grand Prix Indonesia di Mandalika.
Honda Racing Corporation (HRC) hingga kini belum menentukan pembalap yang akan menggantikan rider bernomor #36 tersebut.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan rekomendasi medis Direktur Medis MotoGP, dokter Angel Charte, bersama tim medisnya di Rumah Sakit Universitas Dexeus, Barcelona.
Mir sebelumnya terpaksa mundur dari Grand Prix San Marino dan kemudian absen pada Grand Prix Austria. Dalam beberapa waktu terakhir, pembalap asal Spanyol itu terus menjalani serangkaian pemeriksaan medis untuk mencari penyebab berbagai gejala yang telah dialaminya selama beberapa bulan.
Gejala tersebut dilaporkan semakin parah dalam beberapa waktu terakhir hingga membuat Mir tidak mampu berkompetisi secara normal.
Namun, hingga saat ini hasil pemeriksaan belum memberikan diagnosis atau kesimpulan pasti mengenai penyebab kondisi yang dialaminya.
Berdasarkan kondisi tersebut, dokter Charte menyarankan Mir menjalani istirahat total serta terapi rehabilitasi selama 15 hari ke depan. Dengan pertimbangan medis tersebut, Mir disarankan tidak mengikuti Grand Prix Jepang dan Indonesia.
"Joan Mir telah mengalami berbagai gejala yang memengaruhi energi dan performanya selama beberapa bulan, dengan tingkat keparahan yang meningkat belakangan ini. Penyebabnya sendiri belum dapat dipastikan saat ini," kata Angel Charte dikutip dari laman MotoGP, Rabu (23/9/2026).
Menurut Charte, Mir telah menjalani sejumlah pemeriksaan di Rumah Sakit Universitas Dexeus untuk mendapatkan diagnosis yang lebih pasti.
"Mengingat gejala tersebut terus berlanjut dan cukup parah, Mir telah menjalani serangkaian pemeriksaan di Rumah Sakit Universitas Dexeus guna mendapatkan diagnosis yang pasti," ujarnya.
Charte menambahkan, kondisi Mir akan terus dipantau secara ketat oleh tim medis selama menjalani masa pemulihan.
"Berdasarkan gejala tersebut, saran medis yang diberikan adalah menjalani istirahat total dan berbagai perawatan selama 15 hari ke depan. Akibatnya, saya menyarankan agar ia tidak berpartisipasi dalam Grand Prix Jepang dan Indonesia. Kondisinya akan terus dipantau secara ketat oleh tim saya," jelasnya. RZ
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

