Jelang Duel Brasil vs Jepang, Marcus Tulio Yakin Samurai Biru Mampu Beri Kejutan
Houston – Laga Brasil melawan Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 menghadirkan cerita emosional bagi Marcus Tulio Tanaka. Mantan bek timnas Jepang kelahiran Brasil itu mengaku sulit memihak salah satu negara, namun meyakini Samurai Biru kini berada di jalur yang tepat untuk bersaing dengan kekuatan dunia.
Tulio merupakan simbol eratnya hubungan sepak bola Brasil dan Jepang. Lahir di Brasil dari ayah keturunan Jepang dan ibu berdarah Brasil-Italia, ia hijrah ke Jepang saat masih remaja sebelum menjalani karier gemilang bersama Sanfrecce Hiroshima dan memperkuat tim nasional Jepang.
Menjelang duel kedua negara pada Senin (29/6/2026), Tulio menilai Jepang memiliki peluang lebih besar dibandingkan edisi-edisi Piala Dunia sebelumnya.
"Kalau ini Piala Dunia edisi lain, saya rasa peluang Jepang untuk menang akan jauh lebih kecil. Namun kali ini saya percaya peluang mereka jauh lebih besar. Jepang memiliki tim yang sangat terorganisasi, tahu apa yang ingin mereka lakukan, dan mampu menjalankan rencana permainan dengan baik," kata Tulio kepada FIFA.
Menurut mantan pemain berusia 45 tahun itu, perjalanan Jepang di fase grup menunjukkan perkembangan signifikan. Meski berada di grup yang dihuni Belanda, Swedia, dan Tunisia, Jepang mampu menunjukkan kualitas permainan yang membuatnya optimistis.
"Jepang berada di grup yang berat. Swedia memiliki banyak pemain top Eropa dan Belanda adalah lawan yang sangat kuat. Namun saya melihat Jepang sedang bergerak ke arah yang benar. Mereka berada di jalur yang tepat," ujarnya.
Meski demikian, Tulio mengingatkan bahwa menjuarai Piala Dunia bukan perkara mudah. Sebuah tim harus mampu melewati berbagai rintangan sejak fase gugur hingga semifinal sebelum mencapai partai puncak.
"Tentu Brasil sudah berkali-kali menjadi juara dunia. Tetapi saya melihat Jepang terus berkembang dan memiliki fondasi yang kuat untuk bersaing di level tertinggi," katanya.
Kini, setelah pensiun dari sepak bola, Tulio memilih menjalani kehidupan sederhana di kampung halamannya, Palmeira d'Oeste, sekitar 600 kilometer dari Sao Paulo. Ia menikmati keseharian sebagai peternak, memancing, dan berkuda, jauh dari sorotan dunia sepak bola.
"Saya tidak merindukan sepak bola. Selama 23 tahun saya hidup untuk sepak bola. Sekarang saya menikmati kehidupan yang memang saya impikan sejak kecil, tinggal di pedesaan bersama sapi dan kuda," ungkapnya.
Selain mengelola peternakan, Tulio juga aktif dalam kegiatan sosial. Ia mendanai pembangunan sekolah CEIA di kampung halamannya sebagai bentuk rasa syukur atas karier yang telah membesarkan namanya. Sekolah yang diresmikan pada 2025 itu kini memiliki sekitar 700 siswa, 42 guru, serta dua unit bus sekolah.
"Bagi saya, pendidikan adalah kunci kemajuan. Itulah alasan saya membangun sekolah ini. Sekarang kebahagiaan saya bukan lagi bermain di Piala Dunia, tetapi melihat anak-anak mendapatkan pendidikan yang lebih baik," pungkasnya.
Reza
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

