Interupsi Panas di Paripurna Kampar: Hendri Domo dan Habiburrahman Soroti Pendidikan, UMKM, hingga Insentif Imam
BANGKINANG – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kampar menjelang penandatanganan MoU KUA-PPAS 2026 bersama Pemkab Kampar pada Senin (3/11/2025) berlangsung panas. Interupsi yang disampaikan Anggota DPRD Fraksi PPP, Hendri Domo, memunculkan sejumlah sorotan tajam terkait berbagai persoalan di Kampar yang dinilainya mendesak untuk dibenahi.
Dalam interupsinya, Hendri Domo menekankan tiga isu utama. Pertama, dunia pendidikan yang menurutnya harus mendapatkan perhatian serius. Ia menyinggung viralnya kondisi sekolah-sekolah di wilayah Kampar yang dinilai memprihatinkan.
Kedua, Hendri mengangkat persoalan UMKM tradisional di Desa Danau Bingkuang, khususnya pelaku usaha lopek bugi di sepanjang Jalan Bangkinang–Pekanbaru. Ia menilai usaha tersebut mulai lesu pascaoperasional Tol Pekanbaru–Bangkinang.
“Kami meminta pemerintah daerah harus memiliki terobosan baru agar bisa meningkatkan perekonomian,” ujar Politisi PKS ini.
Ketiga, ia menyoroti soal penganggaran insentif imam dan takmir masjid untuk tahun anggaran 2026 yang dinilainya harus diperhatikan dan ditingkatkan.
Sementara itu, Ketua Bapemperda DPRD Kampar, Habiburrahman, juga menyampaikan sejumlah catatan penting terkait arah kebijakan anggaran 2026. Ia meminta Pemkab Kampar memperjelas orientasi anggaran Masjid Paripurna dan mempercepat penyusunan Perda Masjid Paripurna.
Habiburrahman juga menyoroti penurunan insentif imam dan takmir masjid yang kini berada di angka Rp1,5 juta untuk imam dan Rp1 juta untuk takmir.
“Kalau Perda Masjid Paripurna ditetapkan, kami berharap insentif jangan diturunkan. Kalau bisa dibayar sesuai kesepakatan awal,” tegasnya.
Tidak hanya itu, ia juga menyinggung program umrah bagi tokoh masyarakat yang telah dianggarkan Pemkab Kampar sebesar Rp3 miliar pada 2026.
“Program mengumrohkan tokoh masyarakat harus transparan. Jangan sampai orang yang mengaku tokoh ikut berangkat. Aspek ekonomi tokoh tersebut harus dikaji,” ujarnya.
Habiburrahman juga memberi penekanan pada sektor pendidikan agar dilakukan pendataan ulang dan inventarisasi kondisi sekolah. Menurutnya, tidak boleh ada sekolah yang tidak layak namun luput dari perhatian pemerintah. Ia juga menyoroti kondisi jalan kabupaten yang banyak rusak dan harus segera ditangani.
Selain itu, ia meminta Pemkab Kampar mengurangi kegiatan seremonial yang dinilai tidak efektif, termasuk mendatangkan artis ibu kota.
“Lebih baik makan bersama masyarakat kurang mampu daripada menggelar acara hura-hura,” tegas Politisi PPP ini.
Menanggapi berbagai interupsi dan masukan tersebut, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyatakan bahwa Pemkab Kampar akan menyesuaikan program berdasarkan kemampuan keuangan daerah. Ia menyebut banyak dari kritik tersebut sejalan dengan janji kampanye pemerintahannya.
“Kita akan meningkatkan pendapatan imam dan petugas masjid sesuai kemampuan daerah,” ujar Yuzar.
Terkait program umrah bagi tokoh panutan, Yuzar menjelaskan bahwa pada 2025 Pemkab Kampar hanya mampu memberangkatkan 10 orang dengan proses seleksi yang transparan. Untuk 2026, anggaran ditingkatkan agar lebih banyak tokoh layak yang dapat diberangkatkan.
“Orang yang diberangkatkan ini adalah tokoh panutan yang secara ekonomi tidak mungkin mampu berangkat sampai akhir hayat. Itulah indikator kami,” jelasnya.
Untuk sektor pendidikan, Yuzar sepakat bahwa perencanaan harus berbasis data.
“Kita akan mulai pemetaan pendidikan melalui dapodik sebagai data dasar. Dari situ bisa kita lihat kondisi sekolah, murid, guru, dan sarana pendukung,” tuturnya.
Di akhir penjelasannya, Yuzar menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota DPRD yang memberikan saran konstruktif.
“Masukan Bapak-Bapak semua akan kami tindaklanjuti demi Kampar yang lebih makmur dan sejahtera,” pungkasnya. REZA
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Kapolres Pimpin Apel Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Keselamatan Berlalu Lintas Jadi Prioritas
- Kepulauan Meranti
- 26 Oktober 2026 13:27 WIB
KPU dan Bawaslu Sambangi Kemenag Kampar, Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu 2029 Jadi Fokus
- Kampar
- 26 Oktober 2026 11:46 WIB
81 Tahun Menerangi Negeri, PLN UIP3B Sumatera Hadirkan Cahaya Baru bagi 81 Pasang Mata
- Nasional
- 25 Oktober 2026 15:51 WIB
Seorang Pria Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas Ditangkap Polsek Tebing tinggi
- Hukrim
- 25 Oktober 2026 09:24 WIB
Polres Pelalawan Amankan 1000 Liter Minyak Solar, Di Duga Di Timbun Ilegal Di Pangkalan Kuras
- Pelalawan
- 25 Oktober 2026 09:20 WIB
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Plt Gubri Dukung Pemerataan Akses Keuangan
- Riau
- 22 Oktober 2026 20:22 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB

