Honor Guru Tersendat, Dana SPP dan BOS SD Muhammadiyah 014 Pulau Payung Dipertanyakan
BANGKINANG- Polemik pembayaran gaji sejumlah tenaga pengajar di SD Muhammadiyah 014 Pulau Payung, Kecamatan Rumbio Jaya mencuat ke permukaan. Pasalnya, beberapa guru mengaku belum menerima honor selama dua hingga tiga bulan.
Perwakilan guru berinisial F (24) menyebutkan, terdapat tujuh orang guru yang belum dibayarkan gajinya selama tiga bulan, serta dua orang guru lainnya yang belum menerima honor selama dua bulan.
“Persoalan pembayaran ini tanpa alasan yang jelas,” ujar F kepada wartawan di Bangkinang, Senin (12/1/2026).
Akibat kebijakan tersebut, delapan orang guru melakukan aksi mogok mengajar selama dua hari, yakni Kamis dan Jumat (8–9 Januari 2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk tuntutan agar pihak sekolah segera melunasi seluruh tunggakan gaji.
F menjelaskan, pada Selasa (6/1/2026) sejumlah guru sempat mendatangi sekolah untuk meminta kejelasan pembayaran honor. Namun, kepala sekolah disebut menghindar dan tidak memberikan penjelasan langsung.
Upaya kembali dilakukan pada Rabu (7/1/2026). Saat itu, wakil kepala sekolah menyampaikan bahwa kondisi keuangan sekolah tidak memungkinkan untuk membayar honor. Bahkan, pada Minggu (11/1/2026), sejumlah guru yang menagih pembayaran gaji dikeluarkan secara sepihak dari grup WhatsApp sekolah.
Menurut F, berdasarkan informasi dari bendahara sekolah, rata-rata penerimaan dana Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) mencapai Rp11 juta per bulan. Namun, dana tersebut langsung ditransfer ke rekening kepala sekolah.
“Begitu juga dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang langsung masuk ke rekening kepala sekolah,” ujarnya.
F juga memaparkan skema honor guru di sekolah tersebut. Guru kontrak menerima Rp60 ribu per hari, guru mata pelajaran dibayar Rp5 ribu per jam, sedangkan guru training menerima Rp45 ribu per hari.
"Untuk guru mata pelajaran, rata-rata penghasilan per bulan hanya sekitar Rp400 ribu," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dikdasmen PDM Kampar, Taupiq Wahyudisyah, membenarkan adanya persoalan keterlambatan pembayaran honor guru di SD Muhammadiyah 014 Pulau Payung.
“Pihak sekolah sebelumnya berjanji akan menyelesaikan pembayaran honor hingga akhir tahun 2025. Namun hingga awal tahun 2026, honor tersebut belum juga dibayarkan,” ungkapnya.
Ia menyebutkan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius PDM Kampar. Pada Selasa (13/1/2026), PDM Kampar bersama Lembaga Pembina dan Pengawasan Keuangan (LPPK) dijadwalkan turun langsung ke sekolah.
“LPPK ini fungsinya hampir sama seperti inspektorat,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala SD Muhammadiyah 014 Pulau Payung, Hadi Lutfi, M.Pd, membenarkan adanya keterlambatan pembayaran honor guru. Namun ia menegaskan bahwa honor tersebut bukan tidak dibayarkan, melainkan belum dibayarkan karena kondisi keuangan sekolah.
“Sejak awal guru masuk, kami sudah menyampaikan kondisi sekolah. Sekolah ini swasta dan bersifat swadaya masyarakat, sehingga sumber pendanaan berasal dari iuran siswa. Kami juga sudah menyampaikan bahwa kemungkinan keterlambatan honor bisa saja terjadi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).
Menurut Hadi, biasanya keterlambatan hanya terjadi satu hingga dua bulan. Namun kali ini, kondisi keuangan sekolah berada di luar perhitungannya sebagai kepala sekolah.
“Ada yang tertunggak tiga bulan, ada yang dua bulan. Tapi untuk empat bulan, insya Allah tidak ada,” katanya.
Ia mengaku telah berupaya mencari bantuan setelah para guru menyampaikan aspirasi. Bahkan, pihak sekolah telah menyiapkan pembayaran honor untuk satu bulan sebagai bentuk itikad baik, meskipun belum bisa melunasi seluruh tunggakan.
“Honor satu bulan sudah kami siapkan dan saat ini ada di tangan kami. Namun belum diambil karena para guru menginginkan pembayaran penuh,” jelasnya.
Terkait aksi mogok mengajar, Hadi menyebut pihak sekolah tidak menerima pemberitahuan sebelumnya. Ia mengaku baru mengetahui setelah aksi berlangsung.
“Yang terpenting bagi kami, anak-anak tetap bisa belajar dengan ceria tanpa tekanan. Jika ada yang harus bertanggung jawab, biarlah saya sebagai kepala sekolah,” tegasnya.
Hadi juga menjelaskan bahwa terdapat dua kategori guru, yakni guru kontrak dan guru training. Untuk guru training, dana honor disebut sudah disiapkan, namun pihak sekolah masih menunggu nomor rekening untuk proses transfer.
Ia menambahkan, PDM Kabupaten Kampar serta LPPK telah turun melakukan pengawasan dan menyarankan agar persoalan ini diselesaikan secara internal.
“Kami sangat berterima kasih kepada para guru yang telah berjuang membesarkan sekolah ini. Kami berharap komunikasi bisa dibuka kembali agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik,” pungkasnya. HP
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
KPU dan Bawaslu Sambangi Kemenag Kampar, Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu 2029 Jadi Fokus
- Kampar
- 26 Oktober 2026 11:46 WIB
81 Tahun Menerangi Negeri, PLN UIP3B Sumatera Hadirkan Cahaya Baru bagi 81 Pasang Mata
- Nasional
- 25 Oktober 2026 15:51 WIB
Seorang Pria Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas Ditangkap Polsek Tebing tinggi
- Hukrim
- 25 Oktober 2026 09:24 WIB
Polres Pelalawan Amankan 1000 Liter Minyak Solar, Di Duga Di Timbun Ilegal Di Pangkalan Kuras
- Pelalawan
- 25 Oktober 2026 09:20 WIB
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Plt Gubri Dukung Pemerataan Akses Keuangan
- Riau
- 22 Oktober 2026 20:22 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB

