FIM Ubah Tata Letak Starting Grid MotoGP, Jarak Antar Pembalap Diperlebar
PEKANBARU – Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM) melalui Komisi Grand Prix (Grand Prix Commission/GPC) resmi mengumumkan perubahan tata letak starting grid yang akan mulai diterapkan pada GP Jerman 2026.
Perubahan ini menjadi salah satu regulasi baru yang bertujuan meningkatkan keselamatan pembalap saat start balapan dan akan berlaku untuk seluruh kelas Kejuaraan Dunia, mulai dari Moto3, Moto2 hingga MotoGP.
Dalam aturan baru tersebut, jarak antar pembalap dalam satu baris starting grid diperlebar dari tiga meter menjadi empat meter. Sementara jarak antar baris grid juga bertambah dari sembilan meter menjadi 12 meter.
"Meski jarak diperlebar, format tiga pembalap dalam setiap baris tetap dipertahankan seperti yang berlaku saat ini," bunyi pernyataan tersebut dikutip dari laman resmi MotoGP, Selasa (23/6/2026).
Dengan perubahan tersebut, ruang yang tersedia bagi setiap pembalap saat start akan menjadi lebih luas, sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko kontak antar pembalap pada tikungan pertama yang kerap menjadi titik rawan insiden.
Komisi Grand Prix menjelaskan bahwa penyesuaian tata letak grid merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan standar keselamatan di seluruh kelas balap Grand Prix.
Regulasi baru ini akan mulai diterapkan pada GP Jerman dan menjadi standar baru untuk seluruh seri berikutnya sepanjang musim.
Selain perubahan tata letak starting grid, GPC juga mengumumkan pelarangan penggunaan perangkat holeshot mulai GP Belanda 2026. Namun, perubahan jarak antar pembalap di grid menjadi salah satu fokus utama karena berkaitan langsung dengan keselamatan saat momen start, ketika seluruh pembalap berakselerasi secara bersamaan menuju tikungan pertama.
Perubahan tersebut menandai langkah terbaru FIM dalam menyempurnakan aspek keselamatan balap tanpa mengubah format dasar start yang selama ini digunakan di MotoGP. Dengan ruang yang lebih lebar antar motor, para pembalap diharapkan memiliki margin yang lebih besar untuk menghindari senggolan dan insiden pada fase awal balapan.
(Reza)
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

