FGD Omputaka Bahas Tantangan dan Prospek Organisasi di Masa Hadapan

PEKANBARU - Organisasi Omputaka (Ompek puluo tahun kate) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Tantangan dan Prospek Omputaka Masa Kini dan Masa Hadapan” di Aula Rapat Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau di Pekanbaru, Rabu (7/10/2026).

FGD tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan Omputaka sekaligus membahas berbagai program dan langkah strategis organisasi ke depan, termasuk rencana pelaksanaan turnamen olahraga serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Presiden Omputaka, H. Yurnalis Basri, S.Sos., M.Si., yang akrab disapa Udo Nbo, mengatakan Omputaka merupakan komunitas yang menghimpun para veteran sepak bola dan pemain aktif dengan rentang usia 40 tahun ke atas.

Menurutnya, Omputaka didirikan pada 15 Juni 2022. Sejak awal, organisasi ini tidak hanya dibangun untuk mewadahi aktivitas sepak bola, tetapi juga memiliki tiga pondasi utama, yakni dakwah, olahraga khususnya sepak bola, serta sosial kemasyarakatan.

“Omputaka bukan hanya sepak bola. Ada nilai-nilai lain yang terkandung di dalamnya, yaitu dakwah, olahraga dan sosial kemasyarakatan,” ujar Yurnalis.

Ia mengaku tidak pernah membayangkan Omputaka dapat berkembang menjadi organisasi yang cukup besar seperti saat ini. Berbagai program juga telah berjalan, salah satunya kegiatan dakwah melalui tabligh akbar yang telah menjangkau sejumlah wilayah di Kabupaten Kampar.

Di bidang sosial kemasyarakatan, Omputaka juga aktif melaksanakan kegiatan kepedulian, termasuk menyantuni anak yatim. Pada Ramadan terakhir, sebanyak 83 anak yatim mendapatkan santunan dari kegiatan yang dilaksanakan Omputaka.

“Ini bagian dari komitmen kita untuk hadir dan memberikan manfaat di tengah masyarakat,” katanya.

Selain itu, Omputaka juga telah menyiapkan program Bakti Omputaka untuk Negeri yang dijadwalkan berlangsung di Desa Gema pada 7-8 November mendatang. Kegiatan tersebut akan memadukan aktivitas olahraga dengan tabligh akbar serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Yurnalis menilai perkembangan Omputaka juga turut menjadi pemicu tumbuhnya klub-klub all star sepak bola di berbagai daerah.

Ia mengibaratkan Omputaka sebagai sebuah kapal besar yang harus dijaga dan diarahkan bersama agar terus bergerak serta memberikan manfaat.

“Omputaka ini aset. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga Omputaka,” ujarnya.

Yurnalis menegaskan, keberadaan Omputaka diharapkan tidak hanya menjadi wadah bagi para pecinta sepak bola usia 40 tahun ke atas, tetapi juga menjadi organisasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Omputaka mengabdi kepada Allah, berkhidmat kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, FGD juga membahas rencana turnamen yang akan dilaksanakan Omputaka ke depan. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat program olahraga sekaligus memperluas peran Omputaka dalam membangun silaturahmi antarpemain veteran dan komunitas sepak bola. HP

Editor : Reza MF
Tag : # Sepakbola



Bagikan

Berita Terbaru