Faathir/Devin Jaga Asa Indonesia Raih Gelar Macau Open 2026

MAKAU – Harapan Indonesia untuk membawa pulang gelar juara dari Macau Open 2026 kini bertumpu pada pasangan ganda putra Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi. Unggulan keempat tersebut menjadi satu-satunya wakil Merah Putih yang berhasil menembus partai final setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Low Hang Yee/Ng Eng Cheong, pada semifinal yang berlangsung di Macao East Asian Games Dome, Sabtu (20/6).

Faathir/Devin meraih kemenangan meyakinkan dengan skor identik 21-12, 21-12 dalam waktu 33 menit. Hasil ini sekaligus mengantarkan mereka ke final perdana turnamen level BWF World Tour Super 300.

“Alhamdulillah, yang pasti senang dan bangga bisa masuk final perdana di BWF Super 300. Pastinya tidak mudah untuk bisa bangkit lagi karena sebelumnya kami kalah terus di babak-babak awal,” ujar Faathir melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.

Pada gim pertama, pertandingan berlangsung ketat di awal laga. Kedua pasangan saling kejar poin hingga kedudukan imbang 3-3. Low/Ng sempat unggul 7-3 setelah meraih empat poin beruntun. Namun, Faathir/Devin mampu menyamakan skor menjadi 7-7 dan berbalik memimpin 11-9 saat interval.

Selepas jeda, pasangan muda Pelatnas Cipayung itu tampil semakin agresif. Mereka memperlebar keunggulan menjadi 15-10 dan terus menekan lawan hingga menutup gim pertama dengan kemenangan 21-12 dalam tempo 12 menit.

Persaingan kembali berlangsung sengit pada awal gim kedua. Setelah skor kembali imbang 3-3, Faathir/Devin mengambil alih kendali permainan dengan mencetak empat poin beruntun untuk unggul 10-4. Mereka mempertahankan dominasi hingga interval dengan keunggulan 11-7.

Usai jeda, Faathir/Devin semakin percaya diri dan memperbesar keunggulan menjadi 15-7. Upaya Low/Ng untuk mengejar tidak mampu membendung serangan pasangan Indonesia. Delapan match point berhasil diraih sebelum akhirnya Faathir/Devin menutup pertandingan dengan kemenangan 21-12.

Faathir mengungkapkan bahwa dirinya dan Devin memilih untuk tidak terbebani ekspektasi berlebihan. Mereka fokus pada setiap poin dan disiplin menjalankan strategi yang telah disiapkan.

Menurutnya, pasangan Malaysia memiliki keunggulan dari segi pengalaman dan kematangan bermain karena merupakan pasangan senior dengan jam terbang yang lebih tinggi.

Sementara itu, Devin mengaku bersyukur dapat tampil lepas dan menikmati pertandingan tanpa terlalu memikirkan hasil akhir.

“Tadi kami menerapkan pola no lob. Di situ lawan tertekan dan tidak nyaman. Lawan selalu mengangkat bola, jadinya kami enak untuk menyerang,” kata Devin.

Pada partai final yang digelar Minggu (21/6), Faathir/Devin akan menghadapi pasangan Korea Selatan, Yong Jin/Jongmin Lee. Pertemuan tersebut akan menjadi yang pertama bagi kedua pasangan.

Menjelang laga perebutan gelar, Devin menegaskan fokus utama mereka adalah memaksimalkan pemulihan kondisi fisik dan menjaga kebugaran agar dapat tampil optimal.

“Kalau masalah ketemu siapa, lawan siapa saja saya siap,” pungkasnya.

Sementara itu, langkah wakil Indonesia lainnya terhenti di semifinal. Tunggal putra Muhamad Yusuf serta ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti gagal melangkah ke final.

(Reza/Herdi)

Editor : Reza MF



Bagikan

Berita Terbaru