Disindir Pinjam Uang Kontraktor untuk Proyek Sekolah Rakyat, Sekda Kampar Hambali Tantang Penyebar Isu
BANGKINANG- Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, H Hambali, menantang pihak yang menuding dirinya meminjam uang dari kontraktor dengan iming-iming jatah proyek rehabilitasi gedung Balai Latihan Kerja (BLK) demi pelaksanaan Sekolah Rakyat.
Tuduhan ini mencuat di tengah polemik gagalnya penyelenggaraan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintah pusat di Kabupaten Kampar tahun 2025.
Polemik terkait gagalnya penyelenggaraan Sekolah Rakyat, program pendidikan nasional untuk anak keluarga miskin dan miskin ekstrem terus memanas di Kabupaten Kampar. Persoalan ini menjadi pemicu “berbalas pantun” antara Bupati H Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Hj Misharti dengan Sekretaris Daerah Kampar, H Hambali, yang kini tengah menunggu proses pensiun dini.
Kegaduhan semakin membesar setelah muncul pemberitaan dan unggahan di media sosial yang menyindir Hambali seolah memiliki kepentingan pribadi dalam proyek ini.
Ia dituding sudah terlebih dahulu meminjam uang dari kontraktor dengan janji jatah proyek rehabilitasi gedung UPTD BLK Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kampar senilai Rp2 miliar, lokasi yang ia rancang sebagai tempat sementara penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Menanggapi itu, Hambali geram.
“Tidak ada itu peminjaman uang kontraktor. Siapa kontraktornya? Tunjukkan ke saya,” tegasnya saat diwawancarai sejumlah wartawan, Ahad (23/11/2025).
Hambali menilai tudingan tersebut sengaja digulirkan untuk membunuh karakter dirinya setelah ia membeberkan fakta dibalik gagalnya Sekolah Rakyat di Kampar.
Menurut Hambali, sikap ngototnya menyelenggarakan Sekolah Rakyat di gedung BLK didasari semata-mata oleh besarnya manfaat yang akan diterima daerah. Ia menyebut, jika Pemkab Kampar menyanggupi fasilitas sementara di BLK, maka sekolah sudah bisa berjalan mulai tahun ajaran 2025, mengingat proses seleksi dan penerimaan siswa sudah selesai dilakukan.
Hambali juga membenarkan pernyataan Sekretaris Komisi I DPRD Kampar, Amir Habib Pakpahan, bahwa Kampar kini tidak lagi masuk daftar daerah penerima Sekolah Rakyat tahun anggaran 2026. Penyebabnya ialah surat resmi permintaan penundaan Sekolah Rakyat bernomor 460/DINSOS/2025 tertanggal 14 Juli 2025 yang ditandatangani Wakil Bupati Hj Misharti dan dikirimkan kepada Menteri Sosial.
“Kuansing salah satu yang dapat tahun depan. Kita kemarin sudah dapat, tapi dibatalkan,” ungkap Hambali.
Ia juga mengungkapkan perjuangannya saat menjadi Penjabat Bupati Kampar pada 2024, termasuk lobi ke kementerian dan menyiapkan lokasi sementara pelaksanaan Sekolah Rakyat. Ia bahkan telah menyiapkan solusi agar pelatihan vokasi di BLK dapat dipindahkan sementara ke eks gedung Dinas Kominfo di Jalan A Yani.
Hambali menilai, penolakan fasilitas BLK sebagai lokasi sementara berakibat besar bagi Kabupaten Kampar. Selain hilangnya kesempatan menggelar Sekolah Rakyat pada 2025, daerah juga kehilangan potensi anggaran besar.
“Setelah pencairan awal Rp2 miliar untuk rehabilitasi gedung, tahun depan Kampar berpotensi mendapat APBN sekitar Rp150 miliar dan dana operasional Rp100 miliar per tahun. Kalau lima tahun berjalan, itu sudah Rp500 miliar berputar di Kampar,” ungkapnya.
Hambali menegaskan, tujuannya hanya agar anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan pendidikan berkualitas dan fasilitas terbaik.
“Makan dapat, pakaian dapat, fasilitas bagus dapat. Anak-anak yang muslim tetap jalan sholat berjemaah. Orang tua pasti bangga,” tutupnya. **
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Kapolres Pimpin Apel Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Keselamatan Berlalu Lintas Jadi Prioritas
- Kepulauan Meranti
- 26 Oktober 2026 13:27 WIB
KPU dan Bawaslu Sambangi Kemenag Kampar, Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu 2029 Jadi Fokus
- Kampar
- 26 Oktober 2026 11:46 WIB
81 Tahun Menerangi Negeri, PLN UIP3B Sumatera Hadirkan Cahaya Baru bagi 81 Pasang Mata
- Nasional
- 25 Oktober 2026 15:51 WIB
Seorang Pria Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas Ditangkap Polsek Tebing tinggi
- Hukrim
- 25 Oktober 2026 09:24 WIB
Polres Pelalawan Amankan 1000 Liter Minyak Solar, Di Duga Di Timbun Ilegal Di Pangkalan Kuras
- Pelalawan
- 25 Oktober 2026 09:20 WIB
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Plt Gubri Dukung Pemerataan Akses Keuangan
- Riau
- 22 Oktober 2026 20:22 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB

