DBH Sawit Dinilai Jadi Motor Ekonomi Daerah, Sekda Riau Tekankan Sinergi Lintas Sektor
PEKANBARU — Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan potensi perkebunan sawit di Bumi Lancang Kuning sangat besar dan menjadi fondasi penting dalam pengelolaan DBH Sawit.
“Berdasarkan data, luas tutupan kelapa sawit di Provinsi Riau mencapai sekitar 3,38 juta hektare. Bahkan dari total 4,8 juta hektare lahan perkebunan, sekitar 3,4 juta hektare didominasi oleh komoditas kelapa sawit,” ujarnya di Menara Dang Merdu, Pekanbaru, Rabu (6/5/2026).
Ia menegaskan, besarnya potensi tersebut harus diimbangi dengan kebijakan yang tepat agar mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap pembangunan daerah.
Menurutnya, kehadiran Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Dana Bagi Hasil Perkebunan Sawit menjadi momentum penting bagi daerah untuk memperkuat pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur dan peningkatan produktivitas perkebunan.
“Ini tidak hanya soal transfer fiskal, tetapi juga instrumen untuk mempercepat pembangunan dan kemajuan infrastruktur di daerah,” jelasnya.
Syahrial menambahkan, DBH Sawit dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di wilayah perkebunan, memperlancar distribusi hasil produksi, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya hilirisasi industri sawit agar daerah tidak hanya menjadi penghasil bahan baku, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah melalui industri turunan.
“Kita harus didorong menjadi pusat pertumbuhan industri hilir yang berdaya saing tinggi,” ungkapnya.
Namun demikian, Syahrial mengingatkan bahwa optimalisasi DBH Sawit membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh pemangku kepentingan.
“Sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan ini,” tegasnya.
Di sisi lain, Sekda Riau juga menyoroti adanya penurunan signifikan alokasi DBH Sawit dalam regulasi terbaru, yang dinilai kurang menggembirakan bagi daerah penghasil seperti Riau.
Sementara itu, Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Riau, Herman Boedoyo, menilai kondisi tersebut sebagai tantangan serius. Ia menyebut DBH Sawit saat ini belum memberikan manfaat optimal bagi daerah penghasil.
“Tren alokasi DBH Sawit secara nasional terus menurun sejak 2023. Dari sekitar Rp3,65 triliun, turun hingga sekitar Rp756 miliar pada 2026. Angka ini tentu menjadi perhatian karena harus dibagi ke seluruh daerah penghasil sawit,” jelasnya.
Herman juga menyoroti ketimpangan pembagian dana, di mana sekitar 96 persen dikelola pemerintah pusat, sementara daerah hanya menerima sekitar 4 persen.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat daerah seperti Riau belum sepenuhnya merasakan manfaat ekonomi dari sektor sawit, meski memiliki luas perkebunan terbesar dan menanggung dampak lingkungan serta infrastruktur.
“Ke depan, diperlukan skema DBH yang lebih adil dan adaptif agar daerah penghasil dapat memperoleh manfaat yang seimbang,” pungkasnya. Adv
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

