Dari Telaga Menjadi Destinasi, Kades Tanjung Ceritakan Perjalanan Wisata Air Merah
KEPULAUAN MERANTI – Festival Telaga Air Merah VI Tahun 2026 telah digelar meriah di Desa Tanjung, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti. Festival tahunan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, Sabtu (16/5/2026) lalu.
Ribuan masyarakat memadati kawasan wisata yang dikenal dengan panorama alam dan kearifan lokalnya itu untuk menyaksikan berbagai perlombaan tradisional dan pertunjukan budaya Melayu.
Namun di balik kemeriahan acara, tersimpan cerita tentang bagaimana sebuah desa mampu membangun destinasi wisata yang kini menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Kepada Resonansi.co, Sabtu (30/5/2026), Kepala Desa Tanjung, Muhammad Anas, mengatakan Festival Telaga Air Merah bukan sekadar agenda tahunan, melainkan simbol kebersamaan masyarakat dalam membangun dan mengembangkan potensi desa.
Menurutnya, perjalanan Telaga Air Merah hingga menjadi destinasi wisata yang dikenal saat ini tidaklah instan. Semua berawal dari semangat masyarakat yang ingin menjadikan potensi desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
"Alhamdulillah, Festival Telaga Air Merah tahun ini kembali terlaksana. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bukti bahwa masyarakat Desa Tanjung memiliki semangat yang sama untuk membangun desa melalui sektor pariwisata," ujar Anas.
Ia menjelaskan, pengelolaan wisata yang dilakukan melalui BUMDes Tanjung Mandiri terus menunjukkan hasil yang positif. Pada tahun 2025, unit usaha tersebut berhasil mencatatkan keuntungan sekitar Rp183 juta yang kemudian dikembalikan untuk mendukung pembangunan desa dan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Menurut Anas, capaian tersebut membuktikan bahwa wisata desa mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
"Kami ingin Telaga Air Merah tidak hanya dikenal sebagai tempat wisata, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan masyarakat. Ketika wisata berkembang, pelaku UMKM bergerak, masyarakat mendapat peluang usaha, dan desa ikut tumbuh," katanya.
Anas menambahkan, keberhasilan festival yang kini memasuki tahun keenam tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Mulai dari pengelolaan kawasan wisata, penyelenggaraan kegiatan budaya, hingga penyediaan layanan bagi pengunjung dilakukan secara gotong royong.
"Kekuatan utama kami adalah kebersamaan. Festival ini lahir dari semangat masyarakat dan terus berkembang karena dukungan masyarakat. Itu yang membuat kami optimistis Telaga Air Merah akan semakin maju," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar saat pembukaan festival mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Tanjung dan masyarakat yang berhasil menjadikan Telaga Air Merah sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kepulauan Meranti.
Menurut Asmar, Festival Telaga Air Merah merupakan contoh bagaimana kekayaan budaya, sejarah, dan kearifan lokal dapat dikemas menjadi daya tarik wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Festival ini bukan sekadar hiburan atau agenda wisata, tetapi menjadi bukti nyata bagaimana kekayaan budaya, sejarah, dan kearifan lokal dapat dikembangkan menjadi potensi ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat," ujar Asmar.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya Melayu melalui berbagai kegiatan tradisional yang ditampilkan selama festival berlangsung.
Festival Telaga Air Merah VI tahun ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan budaya dan perlombaan tradisional, seperti pacu sampan, mencucuk atap, lomba mewarnai tingkat TK dan RA, malam apresiasi seni budaya, pertunjukan tari tradisional, orkes Melayu, api unggun, hingga camping ground di kawasan wisata Telaga Air Merah.
Di sela kegiatan, Bupati Asmar bersama masyarakat juga melakukan penanaman pohon sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan di kawasan wisata tersebut.
Memasuki tahun keenam penyelenggaraan, Festival Telaga Air Merah tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi telah berkembang menjadi etalase keberhasilan Desa Tanjung dalam mengelola potensi wisata berbasis budaya dan partisipasi masyarakat. Dari sebuah telaga di pedalaman Meranti, lahir optimisme bahwa desa mampu tumbuh dan maju melalui kekuatan kebersamaan. Abu Sofyan
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

