Danramil Apresiasi PT RSUP atas Respon Cepat Tangani Karhutla Pulau Burung
INHIL - Di tengah meningkatnya eskalasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, tim siaga pemadam kebakaran PT Riau Sakti United Plantations (RSUP) kembali menunjukkan respons cepat dan komitmennya dalam penanggulangan bencana. Bekerja sama dengan Komando Rayon Militer (Koramil) 11/Pulau Burung dari Kodim 0314/Inhil, tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran yang terjadi di lahan masyarakat di Paret Atas, Dusun Mekar Jaya, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir pada Selasa, 22 Juli 2025.
Kejadian kebakaran terdeteksi sekitar pukul 11.00 WIB, saat titik api mulai terlihat di kawasan perkebunan masyarakat. Cuaca panas dan angin yang cukup kencang membuat api berpotensi menyebar dengan cepat.
Menanggapi situasi darurat ini, PT RSUP segera mengerahkan tim pemadam kebakaran terlatih beserta peralatan lengkap untuk diterjunkan ke lokasi. PT RSUP yang merupakan bagian dari Sambu Group, sebuah perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), memiliki komitmen yang kuat untuk pencegahan dan penanganan Karhutla.
Humas PT RSUP, Andy Ferial, menyatakan bahwa kesigapan ini merupakan prosedur standar perusahaan dalam menghadapi ancaman Karhutla, terutama di sekitar wilayah operasional.
"Saat kami menerima laporan mengenai adanya titik api, tim siaga Karhutla, kami langsung berkoordinasi dengan aparat setempat, dalam hal ini Koramil 11/Pulau Burung, dan segera bergerak ke lokasi. Prioritas utama kami adalah memastikan api tidak meluas dan dapat segera dipadamkan untuk melindungi lingkungan serta perkebunan masyarakat dari kerugian yang lebih besar," ujar Andy Ferial.
Upaya pemadaman berlangsung intensif selama hampir sebelas jam. Tim gabungan dari PT RSUP dan TNI bahu-membahu, menyisir area yang terbakar untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang dapat memicu kebakaran kembali. Berkat sinergi dan kerja keras tanpa lelah, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sebelum pukul 22.00 WIB.
Komandan Rayon Militer (Danramil) 11/Pulau Burung, Lettu Inf. Delmy Armansyah menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kecepatan dan dukungan penuh dari PT RSUP.
"Kami sangat mengapresiasi respons cepat dan keseriusan dari PT Riau Sakti United Plantations. Kolaborasi yang solid antara kami di lapangan sangat vital dalam keberhasilan operasi pemadaman ini. Ketersediaan personel dan peralatan dari PT RSUP secara signifikan mempercepat proses pemadaman dan pendinginan," ungkap Lettu Inf. Delmy Armansyah.
Hal lain yang patut diapresiasi adalah, PT RSUP memadamkan api yang bukan di wilayah operasionalnya. Namun kebun masyarakat. Dengan cekatan tanpa pamrih team Karhutla PT RSUP terjun langsung untuk padamkan api guna mencegah perluasan wilayahan kebakaran.
Danramil menambahkan bahwa sinergi antara TNI, perusahaan, dan masyarakat adalah kunci utama dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla, sejalan dengan arahan pemerintah pusat dan daerah yang telah menetapkan status Tanggap Darurat Karhutla untuk Provinsi Riau.
Saat ini Provinsi Riau tengah menghadapi tantangan serius terkait Karhutla. Pemerintah Provinsi Riau secara resmi telah menetapkan status Tanggap Darurat Karhutla pada 22 Juli 2025, menyusul peningkatan signifikan jumlah titik panas di berbagai kabupaten, termasuk Indragiri Hilir.
Selain memiliki tim siaga api yang tangguh, perusahaan secara rutin melakukan patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar, serta berinvestasi dalam infrastruktur dan teknologi pencegahan kebakaran.
"Kami sadar betul bahwa pencegahan adalah langkah terbaik. Namun, ketika bencana seperti ini terjadi, kami siap berada di garis terdepan untuk membantu. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial dan wujud nyata dari komitmen kami sebagai perusahaan nasional yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat," tutup Andy Ferial.
*Tentang Sambu Group*
Didirikan pada tahun 1967 oleh Tay Juhana, PT Pulau Sambu merupakan perusahaan yang bergerak di bisnis pengolahan kelapa. Memiliki tiga pabrik yang tersebar di Provinsi Riau—PT Pulau Sambu di Kuala Enok (1967), PT Pulau Sambu di Guntung (1983), dan PT Riau Sakti United Plantations (1993)—Sambu Group berusaha menciptakan industri kelapa ke level lebih tinggi melalui pengembangan sistem yang berbeda dari yang pernah ada sebelumnya.
Sambu Group berhasil mengintegrasikan petani kelapa lokal Indonesia dengan pasar. Petani kelapa menjadi entitas yang tak terpisahkan secara sosial dengan perusahaan. Sebagai pelopor industri kelapa, Sambu Group berusaha mengembangkan inovasi produk berbasis kelapa melalui merek KARA.
Usaha Sambu Group mengakomodir kebutuhan kelapa untuk industri bermitra dengan masyarakat dan lingkungan untuk menghadirkan inklusifitas sosial, konservasi lingkungan hidup, dan stabilitas ekonomi bagi bisnis dan masyarakat disekitar.
Salah satu prinsip Sambu Group, selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kesejahteraan sosial ekonomi petani kelapa Indonesia yang menjadi mitranya. Upaya ini dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, penyelenggaraan berbagai kegiatan religi hingga program pendidikan masyarakat di sekitar industri. Membeli produk Sambu Group dengan merek KARA turut berkontribusi untuk kesejahteraan dan kehidupan petani kelapa Indonesia yang lebih baik. (*)
Editor : Nurdin Tambunan
Berita Terkait
Berita Terbaru
KPU dan Bawaslu Sambangi Kemenag Kampar, Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu 2029 Jadi Fokus
- Kampar
- 26 Oktober 2026 11:46 WIB
81 Tahun Menerangi Negeri, PLN UIP3B Sumatera Hadirkan Cahaya Baru bagi 81 Pasang Mata
- Nasional
- 25 Oktober 2026 15:51 WIB
Seorang Pria Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas Ditangkap Polsek Tebing tinggi
- Hukrim
- 25 Oktober 2026 09:24 WIB
Polres Pelalawan Amankan 1000 Liter Minyak Solar, Di Duga Di Timbun Ilegal Di Pangkalan Kuras
- Pelalawan
- 25 Oktober 2026 09:20 WIB
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Plt Gubri Dukung Pemerataan Akses Keuangan
- Riau
- 22 Oktober 2026 20:22 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB

