Buka MTQ Selat Gelam, Bupati Karimun Iskandarsyah Paparkan Masa Depan Pulau Tulang
SELAT GELAM– Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-IV Kecamatan Selat Gelam tidak hanya menjadi ajang syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani, tetapi juga momentum Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, untuk memaparkan visi besar pembangunan Pulau Tulang sebagai kawasan wisata berbasis sejarah dan peradaban Melayu.
Di hadapan ribuan masyarakat yang memadati arena MTQ di Desa Tulang, Sabtu (30/5), Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya dan nilai-nilai agama yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Karimun.
Menurutnya, MTQ merupakan bagian penting dalam menjaga jati diri masyarakat Melayu yang selama ini dikenal erat dengan nilai-nilai Islam.
“MTQ ini adalah identitas kita. Melalui MTQ kita memperkuat syiar Islam, memperbaiki akhlak generasi muda, dan memastikan nilai-nilai Al-Qur’an tetap menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karimun tidak pernah menolak modernisasi dan perkembangan zaman. Namun, kemajuan yang dicapai tidak boleh membuat masyarakat melupakan akar budaya dan identitas yang diwariskan para pendahulu.
“Kita tidak menghalangi modernisasi. Kita harus maju, harus berkembang, tetapi jangan sampai identitas kita hilang. Jangan sampai Melayu hilang di bumi sendiri,” tegasnya.
Bupati mengingatkan bahwa masyarakat Karimun merupakan bagian dari peradaban Melayu yang besar. Semangat menjaga marwah Melayu sebagaimana diwariskan tokoh legendaris Laksamana Hang Tuah harus terus hidup di tengah masyarakat, terutama generasi muda.
Komitmen menjaga budaya tersebut, lanjutnya, juga tercermin dari keberhasilan Kabupaten Karimun mempertahankan bahasa ibu yang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat melalui penghargaan dari Menteri Kebudayaan.
“Ini menunjukkan bahwa Karimun tetap konsisten menjaga bahasa dan budaya Melayu sebagai warisan yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati turut memaparkan arah pembangunan Pulau Tulang yang akan menjadi salah satu kawasan strategis pengembangan pariwisata Kabupaten Karimun. Menurutnya, Pulau Tulang memiliki nilai lebih dibandingkan sekadar destinasi wisata alam karena menyimpan jejak sejarah dan peradaban Melayu yang kuat.
“Pulau Tulang merupakan bagian dari peradaban Melayu. Potensi sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki kawasan ini sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Karimun,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan Pulau Tulang telah masuk dalam kajian pembangunan jangka panjang pemerintah daerah. Pengembangan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjaga dan memperkenalkan warisan budaya Melayu kepada generasi mendatang.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, pembangunan pelabuhan di Pulau Tulang direncanakan mulai direalisasikan pada tahun 2027. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk membuka akses menuju kawasan tersebut yang selama ini terkendala kondisi pasang surut air laut.
“Selama ini masyarakat maupun pengunjung cukup kesulitan ketika hendak berlabuh saat air surut. Karena itu, Insya Allah pada tahun 2027 kita siapkan pelabuhan yang representatif agar akses menuju Pulau Tulang semakin mudah,” jelasnya.
Bupati meyakini pengembangan Pulau Tulang akan menjadi salah satu penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Kecamatan Selat Gelam sekaligus memperkuat posisi Karimun sebagai daerah yang mampu memadukan pembangunan, pelestarian budaya, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
“Daerah yang maju bukanlah daerah yang melupakan sejarah dan budayanya. Kita ingin membangun masa depan tanpa meninggalkan jati diri. Karena itulah pembangunan Pulau Tulang harus menjadi bagian dari upaya menjaga dan menghidupkan kembali kebanggaan terhadap peradaban Melayu,” tutupnya.
MTQ Ke-IV Kecamatan Selat Gelam tahun ini diikuti kafilah dari Desa Selat Gelam, Desa Parit, dan Desa Tulang sebagai tuan rumah. Selain menjadi ajang pencarian qari dan qariah terbaik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi masyarakat serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai Islam dan budaya Melayu di Kabupaten Karimun. Candra
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

