BPS RI Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Fondasi Pembangunan Nasional
PEKANBARU — Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia menegaskan bahwa data statistik yang valid dan akurat merupakan fondasi utama dalam merancang arah pembangunan nasional. Selain menjadi instrumen perencanaan, data juga berperan sebagai kompas strategis untuk mengukur capaian pembangunan dan berbagai indikator makro ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS RI, Pudji Ismartini, saat menghadiri pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Minggu (14/6/2026).
Menurut Pudji, Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang dilaksanakan di Indonesia. Pendataan ini akan mencakup seluruh aktivitas usaha, mulai dari usaha mikro dan kecil hingga perusahaan berskala besar.
“Melalui Sensus Ekonomi 2026 ini, seluruh aktivitas usaha di tanah air akan didata secara komprehensif. Dari pendataan tersebut, kita akan memperoleh gambaran yang utuh mengenai struktur, dinamika, dan aktivitas ekonomi riil di Indonesia, termasuk dalam memetakan potensi ekonomi yang dimiliki Provinsi Riau,” ujarnya.
Pudji menegaskan, keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada BPS sebagai penyelenggara, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, pelaku industri hingga masyarakat.
Ia menyebutkan, data yang akurat menjadi kunci dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, para pelaku usaha diharapkan dapat menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang jujur, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya.
“Seluruh data yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.
Pembaruan data melalui Sensus Ekonomi 2026 juga dilakukan untuk mengakomodasi perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat dalam satu dekade terakhir. Berbagai model bisnis baru seperti transportasi daring, marketplace, hingga aktivitas ekonomi kreatif berbasis media sosial kini menjadi bagian penting dalam struktur ekonomi nasional.
Untuk menjawab tantangan tersebut, BPS mengadopsi berbagai inovasi teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan penguatan basis data awal melalui pendekatan big data.
Selain itu, BPS juga menerapkan strategi pengumpulan data berbasis multi-moda dengan prinsip “Digital First, But Not Digital Only”. Pendekatan ini memungkinkan proses pendataan dilakukan melalui berbagai metode sesuai karakteristik responden.
Metode yang digunakan meliputi Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) melalui perangkat digital yang digunakan petugas sensus, Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) yang memungkinkan responden mengisi data secara mandiri melalui internet, serta Pencil and Paper Interviewing (PAPI) yang menggunakan kuesioner fisik untuk korporasi besar.
Pudji juga mengungkapkan perkembangan jumlah unit usaha di Riau yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam dua dekade terakhir. Berdasarkan data Sensus Ekonomi 2006, jumlah unit usaha di Riau tercatat sekitar 366 ribu unit. Angka tersebut meningkat menjadi 526 ribu unit pada Sensus Ekonomi 2016.
“Perkembangan yang sangat pesat dalam sepuluh tahun terakhir menjadikan hasil Sensus Ekonomi 2026 sangat dinantikan. Data ini akan menjadi pijakan penting dalam mendorong investasi dan pembangunan ekonomi Riau di masa mendatang,” pungkasnya. Milla
Editor : Nurdin Tambunan
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

