BMKG: Kualitas Udara Pekanbaru Sedang hingga Berbahaya, Masyarakat Diimbau Waspada Asap
PEKANBARU — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat terhadap kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru yang berada pada kategori sedang hingga berbahaya akibat sebaran asap.
Berdasarkan hasil pemantauan pada 14–15 September 2026, konsentrasi PM2.5 atau partikulat sangat kecil di udara di Kota Pekanbaru menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Penurunan kualitas udara tersebut juga ditandai dengan berkurangnya jarak pandang.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Warjono, S.Si., M.Kom., mengatakan jarak pandang yang terpantau di UPT BMKG Provinsi Riau dan Posmet Pelalawan berkisar antara 0,8 hingga 3 kilometer, disertai kondisi udara berkabut asap.
“Berdasarkan hasil pemantauan BMKG pada 14–15 September 2026, konsentrasi PM2.5 di Kota Pekanbaru berada pada kategori sedang hingga berbahaya. Kondisi ini juga ditandai dengan menurunnya jarak pandang akibat kabut asap,” ujar Warjono dalam siaran pers BMKG, Selasa (15/9/2026).
Selain itu, hasil pemantauan satelit pada Senin (14/9/2026) pukul 23.00 WIB menunjukkan terdapat 96 titik panas atau hotspot di wilayah Provinsi Riau. Dari jumlah tersebut, enam titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi.
Pemantauan juga menunjukkan adanya sebaran asap di atas wilayah Riau yang berasal dari wilayah bagian selatan Sumatera menuju Sumatera bagian tengah dan utara.
Warjono menjelaskan, kondisi musim kemarau di Provinsi Riau diperkirakan masih berlangsung pada September 2026. Berdasarkan analisis curah hujan periode 10–15 September 2026, sebagian besar wilayah Riau mengalami penurunan intensitas curah hujan secara bertahap.
Sementara itu, wilayah bagian timur dan pesisir Riau tercatat mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori sangat pendek hingga sangat panjang, yakni antara 1 hingga 60 hari tanpa hujan. HTH kategori sangat panjang, antara 31–60 hari, terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir.
“Sejalan dengan prediksi BMKG, curah hujan dasarian II September di wilayah Provinsi Riau diperkirakan berada pada kategori rendah, yakni 10–50 milimeter per dasarian,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi yang semakin kering menyebabkan lahan gambut lebih mudah mengering dan rentan terbakar. Situasi ini perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang berdampak terhadap kualitas udara dan jarak pandang.
BMKG bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan cuaca, kualitas udara, titik panas, serta sebaran asap di wilayah Provinsi Riau dan sekitarnya.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD setempat, meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan asap dalam beberapa hari ke depan, serta memantau informasi resmi BMKG.
“ Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, tidak membakar sampah tanpa pengawasan maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama selama periode musim kemarau,” pungkas Warjono. Rz
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

