Awal Agustus Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat Akan Dibangun
TANJUNGPINANG, RESONANSI- Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan telah menyelesaikan 10 tahapan persyaratan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat.
Tahapan lelang kegiatan dimulai Juli ini sehingga pembangunan ditargetkan sudah dapat dimulai pada awal Agustus mendatang.
Progres kesiapan proyek strategis tersebut dipaparkan dan dibahas dalam rapat Persiapan Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Misni di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (29/6/2026).
Kepala Dinas PUPP Provinsi Kepri,Rodi Yantari menerangkan, sepuluh tahapan penting yang telah dituntaskan di antaranya penyusunan Studi Kelayakan (Feasibility Study), Detail Engineering Design (DED), penandatanganan nota kesepakatan antara Gubernur Kepulauan Riau dan DPRD Provinsi Kepri, hingga hibah lahan dari Pemerintah Kota Tanjungpinang kepada Pemerintah Provinsi Kepri.
Selain itu, pemerintah juga telah menyelesaikan perubahan regulasi zonasi kawasan cagar budaya melalui SK Wali Kota Tanjungpinang Nomor 145 Tahun 2026, serta penyusunan Dokumen Kajian Dampak Cagar Budaya (KDCB).
Lalu ada rekomendasi pembangunan Tugu Bahasa Nasional di Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional Pulau Penyengat, Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), serta proses penyusunan dokumen lingkungan.
Rodi menambahkan, hasil reviu Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dari BPKP Kepulauan Riau juga telah diterima. Dokumen tersebut menjadi salah satu syarat utama sebelum proses pelelangan dapat dilaksanakan.
"Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional ini cukup kompleks karena berada di kawasan cagar budaya. Oleh sebab itu, seluruh tahapan harus mengikuti ketentuan yang berlaku agar proses pembangunan berjalan sesuai aturan," kata Rodi.
Rodi mengatakan, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad memberikan perhatian penuh terhadap proyek tersebut. Bahkan, beberapa waktu lalu Gubernur Ansar secara langsung menemui BPKP Kepulauan Riau untuk memastikan proses reviu HPS dapat segera diselesaikan.
Dengan rampungnya berbagai persyaratan tersebut, Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan proses lelang dimulai pada Juli 2026. Apabila berjalan sesuai rencana, seluruh tahapan lelang diharapkan selesai dalam waktu satu bulan.
"Awal Agustus kami targetkan sudah dilakukan groundbreaking yang akan dihadiri perwakilan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kebudayaan, serta Kementerian Pekerjaan Umum. Pada waktu yang sama pembangunan fisik juga mulai dilaksanakan," ungkapnya.
Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional direncanakan berlangsung selama 17 bulan dan akan diresmikan pada Tahun 2028 yang bertepatan dengan 100 Tahun Sumpah Pemuda.
Dalam pembangunan Museum dan Monumen Bahasa ini Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp30,8 miliar pada APBD Tahun 2026 dan Rp70,2 miliar pada Tahun 2027.
"Kami berharap seluruh pihak dapat mempercepat penyelesaian persyaratan yang masih berproses sehingga pembangunan dapat dimulai sesuai jadwal," harapnya.
Sementara itu, Sekdaprov Misni menegaskan bahwa pembangunan Monumen Bahasa Nasional merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa besar Raja Ali Haji dalam perkembangan bahasa Melayu yang kemudian menjadi cikal bakal Bahasa Indonesia.
Misni juga mengungkapkan, Gubernur Ansar baru-baru ini juga bertemu dengan pihak konsulat yang telah membangun patung Raja Ali Haji di Turkmenistan, sebagai bentuk pengakuan dunia terhadap sosok sastrawan besar asal Pulau Penyengat tersebut.
"Kalau dunia sudah memberikan penghormatan kepada Raja Ali Haji, maka sudah sewajarnya kita mewujudkan mimpi besar membangun Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat," kata Misni.
Menurutnya, Bahasa Indonesia yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda tahun 1928 berakar dari bahasa Melayu Pulau Penyengat yang telah dibakukan Raja Ali Haji melalui karya monumentalnya Gurindam Dua Belas pada tahun 1847.
Karena itu, pembangunan monumen tersebut bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, melainkan menjadi pengingat sejarah bagi generasi penerus agar tidak melupakan akar lahirnya Bahasa Indonesia.
"Monumen Bahasa Nasional ini adalah mimpi masyarakat Kepulauan Riau sekaligus hadiah bagi daerah. Dari pulau kecil bernama Penyengat lahir bahasa yang kini mempersatukan seluruh bangsa Indonesia dan dikenal hingga tingkat internasional," ucapnya. (ADV).
Editor : Nurdin Tambunan
Berita Terkait
Berita Terbaru
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB
Hakim PTUN Tolak Rekonvensi dari Kuasa Hukum ITEBA, Imanuel Dermawan Purba
- Batam
- 22 Oktober 2026 00:05 WIB
Pemprov Riau Sesuaikan Skema Sharing Iuran JKN
- Riau
- 21 Oktober 2026 20:19 WIB
Satu Rumah Milik Warga Teluk Belitung Terbakar Hangus, Kerugian Ditaksirkan Rp100 Juta
- Kepulauan Meranti
- 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Jalani Prosesi Adat, Pelantikan Pengurus LAK Kampar Diundur hingga 8 November 2026
- Kampar
- 21 Oktober 2026 15:46 WIB
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer
- Riau
- 20 Oktober 2026 22:00 WIB

