Analisis Data Pengukuran Stunting di Kecamatan Reteh
Indragiri Hilir - Persentase menunjukkan bahwa terjadi penurunan balita stunting di Kecamatan Reteh. Berbagai upaya yang telah dilakukan di Kecamatan Reteh guna menurunkan angka stunting melalui perbaikan gizi di masa 1.000 HPK antara lain:
1. Koordinasi dengan lintas sektor mengenai penganan Stunting
2. Penyuluhan, sosialisasi ASI Eksklusif, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), kesehatan reproduksi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)
3. Kelas Ibu hamil
4. Kelas Ibu Balita
5. Pemberian Tablet Tambah Darah bagi remaja putri
6. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
Faktor determinan yang memerlukan perhatian di Kecamatan Reteh
Faktor determinan yang masih menjadi kendala dalam perbaikan status gizi balita adalah:
Faktor Lingkungan
Wilayah Kecamatan Reteh di dominasi oleh perairan, mengakibatkan rumah-rumah yang di sekitaran sungai kesulitan untuk memiliki jamban sehat. Bukan hanya jamban, masyarakat juga kesulitan dalam mengakses air bersih. Selain ketersediaan air dan jamban sehat, perilaku atau kebiasaan buang air besar sembarangan dan membuang sampah ke sungai yang sulit diubah.
Pelayanan Kesehatan
Pelayanan Kesehatan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terjadinya stunting, masih ada ibu hamil tidak mendapatkan pelayanan sesuai standar, masih ada bayi/balita tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Oleh Karena itu akan dilakukan aksi stunting ABCDE :
1) Aktif minum Tablet Tambah Darah untuk Remaja Putri dan Ibu Hamil serta di anjurkan juga untuk calon pengantin
2) Bumil teratus pemeriksaan kehamilan
3) Cukupi konsumsi protein hewani
4) Datang ke Posyandu setiap bulan
5) Ekslusif ASI 6 bulan
Kesehatan Reproduksi
Terkait kesehatan reproduksi masih ditemukan adanya pernikahan dini, sehingga tindak lanjut Pemerintah pada pernikahan dini adalah melakukan MOU dengan Pengadilan Agama, memberi penyuluhan, melakukan bimbingan kepada anak remaja, calon pengantin, penyuluhan dan sosialisasi kesehatan reproduksi, melakukan kunjungan dan memberikaan remaja putri Tablet Tambah Darah (TTD).
Untuk Kegiatan TTD pada remaja putri telah dilakukan Aksi Bergizi di Sekolah dengan rangkaian kegiatan : Senam bersama, sarapan pagi bersama, pemeriksaan Hemoglobin (HB), dan minum TTD.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah Sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan-aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Masih rendahnya masyarakat ber PHBS
1) Persalinan masih ada ditolong dukun dan tidak di fasilitas kesehatan dan
2) Tidak Melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan tidak memberikan ASI Ekslusif.
Perilaku kunci rumah tangga 1.000 HPK YANG MASIH BERMASALAH DI Kecamatan Reteh
Dari hasil monitoring pelayanan Ibu Hamil, PHBS Rumah Tangga, dan pola asuh pada balita masih membutuhkan pembinaan berupa:
1. Pemberian PMT pada bumil KEK, balita gizi kurang, gizi buruk dan Stunting
2. Pemberian susu bagi balita gizi kurang
Kelompok Sasaran Beresiko di Kecamatan Reteh
Kelompok beresiko Stunting yang perlu mendapatkan perhatian lebih diantaranya Remaja Putri, CATIN, Ibu Hamil, Bayi dan Bawah dua tahun ( BADUTA). Mempersiapkan remaja putri yang nantinya akan menjadi calon ibu dengan memberikan TTD dan menjadi calon pengantin pada usia idealnya, agar nantinya hamil dalam keadaan sehat dan melahirkan bayi yang sehat juga. Bayi yang lahir juga harus mendapatkan IMD dan Asi Eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI harus sesuai dengan kebutuhan nutrisi anak agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai usianya.
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
KPU dan Bawaslu Sambangi Kemenag Kampar, Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu 2029 Jadi Fokus
- Kampar
- 26 Oktober 2026 11:46 WIB
81 Tahun Menerangi Negeri, PLN UIP3B Sumatera Hadirkan Cahaya Baru bagi 81 Pasang Mata
- Nasional
- 25 Oktober 2026 15:51 WIB
Seorang Pria Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas Ditangkap Polsek Tebing tinggi
- Hukrim
- 25 Oktober 2026 09:24 WIB
Polres Pelalawan Amankan 1000 Liter Minyak Solar, Di Duga Di Timbun Ilegal Di Pangkalan Kuras
- Pelalawan
- 25 Oktober 2026 09:20 WIB
Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tengku Azwardi ST Salurkan Bantuan Kursi Sekolah untuk SD Di Kecamatan Teluk Meranti
- Pelalawan
- 24 Oktober 2026 22:23 WIB
Gamaroni Jadi Pahlawan, PSPS Pekanbaru Tekuk Persikad Depok
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 20:35 WIB
Veda Ega Pratama dari Q1 ke Pole Position
- Olahraga
- 24 Oktober 2026 14:26 WIB
Tuduhan Jual Pertalite ke Pengecer Viral, Ujang Minta Pengunggah Facebook Klarifikasi
- Bengkalis
- 24 Oktober 2026 09:11 WIB
Polres Kepulauan Meranti Sasar Komunitas Becak dalam Program Jumat Berkah
- Kepulauan Meranti
- 23 Oktober 2026 20:20 WIB
Mario Suryo Aji Tembus Q2, Jadi Harapan Indonesia di Phillip Island
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:05 WIB
Alvaro Carpe Tercepat di Phillip Island, Veda Ega Pratama Terlempar ke Posisi ke-16
- Olahraga
- 23 Oktober 2026 17:02 WIB
Plt Gubri Dukung Pemerataan Akses Keuangan
- Riau
- 22 Oktober 2026 20:22 WIB
Polda Kepri Gandeng Buruh dan Pengusaha, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi di Batam
- Batam
- 22 Oktober 2026 19:26 WIB
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Bupati Karimun Ajak Santri Kuatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
- Karimun
- 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Gasing Lestarikan Tradisi Melayu, Bunguran Timur Juara Lomba Antar Kecamatan HUT ke-27 Natuna
- Natuna
- 22 Oktober 2026 17:48 WIB
JMSI Kampar Kunjungi BPTU Padang Mengatas, Intip Peluang Pengembangan Peternakan
- Nasional
- 22 Oktober 2026 15:05 WIB

